23 April 2026
HomeHumanioraFKMK dan Yayasan BUMN Bangga Hadirkan Festival Kudus 2022

FKMK dan Yayasan BUMN Bangga Hadirkan Festival Kudus 2022

SHNet, JAKARTA– Pandemi Covid-19 yang mengguncang dunia sejak dua tahun silam, tak pelak menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan warga dunia. Tapi, bersyukurlah, tetap ada sisi positif yang bisa ditarik dari hadirnya Pandemi Covid-19 itu.

Ini diakui Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK), Marsekal Madya TNI (Purn) Eris Herryanto, saat memberikan sambutan dalam pembukaan ‘Festival Kudus 2022’ di Komplek Museum Satria Mandala, Sabtu (21/5/2022) siang.

Menurut Eris Herryanto, selama dua tahun kita lebih banyak vacuum lantaran harus patuh pada protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan. Perekonomian global pun ikut melemah. Tapi, ada sisi positif, yaitu sejumlah inisiatif muncul untuk berinovasi.

“Festival Kudus 2022 ini adalah bentuk dari inovasi yang muncul untuk bisa berkreasi menyelenggarakan ajang bermanfaat seperti ini. Di sini kami menampilkan budaya Kudus yang ditinggalkan bagi kami. Yang paling utama adalah toleransi. Kudus sebagai kota empat negeri karena punya empat etnis yaitu: Jawa, Cina, Arab, dan Belanda, tapi tetap mengagungkan peninggalan toleransi sehingga bisa hidup dengan damai hingga saat ini. Panitia mempersiapkan semuanya dalam kurun waktu lima bulan dengan sangat baik,” tutur Eris Herryanto yang sukses sebagai Sekjen INASGOC (panitia penyelenggara) ASIAN Games 2018 lalu kepada media, usai memberikan sambutan.

Fenomena perkembangan UMKM dan industri kreatif tentu harus terus didukung dan difasilitasi agar kian berkembang menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi masyarakat.

Sadar akan hal itu, FKMK yang selama ini sebagai wadah komunikasi bagi masyarakat asal Kudus di perantauan di wilayah Jabodetabek, berinisiatif menggelar ‘Festival Kudus 2022’. FKMK bekerjasama dengan Yayasan BUMN dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Sate Kebo, salah satu kuliner khas Kudus yang hadir meramaikan rangkaian kuliner di Festival Kudus 2022. (SHNet/Nonnie Rering)

Eris Herryanto yang juga penanggungjawab ‘Festival Kudus 2022’ ini menjelaskan kalau acara ini sangat baik dan bertujuan memperkenalkan seni dan budaya Kudus yang unik kepada warga Jabodetabek.

Misalnya, di Kudus itu tak pernah ada orang yang menyembelih sapi karena itu adalah sesuatu yang sakral untuk umat Hindu. Karena itu, Sunan Kudus pun mengajarkan warganya untuk menghormati hal yang sakral dari umat Hindu ini.

Festival Kudus ini membuat warga Kudus di Jabodetabek begitu bangga karena bisa menciptakan sarana promosi wisata kabupaten Kudus (wisata alam, kuliner, hingga wisata kebudayaan), mempererat silaturahmi, mempererat ikatan emosional dan historis warga Kudus di Jabodetabek.

Dan, yang paling penting adalah mampu memperkenalkan produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif dari Kabupaten Kudus. Masyarakat akan lebih banyak tahu soal kemajuan yang sudah dicapai Kudus hingga saat ini.

Tak Cuma itu, orang juga akan lebih tahu soal wisata Menara Kudus, gunung Muria, Bukit Rahtawu, Bukit Patiayam dan masih banyak lagi. Di bagian kuliner, warga juga akan lebih familiar dengan soto kudus, sate kerbau, pindang kerbau, jenang, lentog tanjung.

Penyelenggaraan Festival Kudus 2022 yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (21-22/5/2022) di Komplek Museum Satria Mandala ini yang diramaikan dengan Tari Kretek, Tari Pesona Batik Kudus, Barongan, Wayang Klithik, Ketoprak, Kirab Jenang Kudus, Rumah Gebyok dan lainnya

Acara ini juga dihadiri oleh Perwakilan Gubernur Jateng, Perwakilan Bupati Kudus, Jajaran Pemda Kudus, Paguyuban Jateng, alumni SMA Negeri 1 Kudus, Tokoh Masyarakat Kudus dan warga Kudus se-Jabodetabek.  (Nonnie Rering)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU