17 April 2026
HomeBeritaFrans Ansanay:  Tidak Etis Sengaja Membenturkan Jokowi

Frans Ansanay:  Tidak Etis Sengaja Membenturkan Jokowi

Solo-Ketua Umum Bara Frans Willem Ansanay mengatakan, ada etika yang kurang baik ketika Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo sengaja dibenturkan untuk kepentingan tertentu

Hal itu disampaikan seusai menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Selasa (14/4/2026).

Menurut Frans, pertemuan itu merupakan agenda rutin untuk konsolidasi internal dan membahas situasi mutakhir mengenai kehidupan kebangsaan.

Frans menegaskan, pertemuan iti tidak secara khusus membahas berbagai dinamika politik yang cenderung berusaha mendiskreditkan Jokowi. Namun, Frans sangat menyayangkan karena di tengah tantangan geopolitik global muncul isu yang tidak produktif tapi justru bisa berpotensi memecah belah.

Dia menegaskan,   pihaknya sebagai relawan senantiasa menemui Jokowi secara periodik untuk membahas organisasi relawan.

Menurutnya, fokus utama Bara JP saat ini adalah menjaga suasana kebatinan masyarakat agar tetap kondusif di tengah berbagai tantangan nasional.

Saat ini, kata Frans, Bara konsentrasi untuk membantu mendorong agar Indonesia tetap damai dan aman untuk menghadapi situasi dan kehidupan untuk selalu maju ke depan.

Menurut Frans, masyarakat Indonesia sangat cerdas dan tidak mudah dipengaruhi berbagai isu provokatif yang sempat mencuat di ranah publik, seperti  kudeta dan upaya memanfaatkan nama Jokowi untuk kepentingan tertentu.

“Saya kira, masyarakat sangat cerdas dalam menyikapi isu tidak produktif seperti itu. Berbagai elemen berkewajiban menjaga suasana tetap damai dan aman,” katanya.

Dia menjelaskan, semua warga negara berkewajiban untuk menjaga stabilitas dan terutama konstitusi, sehingga kebersamaan senantiasa selalu terjaga baik.

“Yang paling penting, semua harus konsisten terhadap konstitusi bahwa Presiden yang sah harus didukung untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh warga bangsa,” ujarnya.

Frans juga menegaskan, meski berbagai serangan ke Jokowi di ruang publik, Bara JP melihat kalau dukungan masyarakat tidak berubah, terutama di wilayah timur Indonesia dukungan kepada Jokowi tetap baik.

“Kami lihat dukungan di timur Indonesia tidak ada masalah karena tidam.mudah terpengaruh dengan isu provokatif,” katanya.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU