Kupang– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menghimpun perwakilan diaspora dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam upaya memajukan NTT. Untuk itu, Pemda NTT secara khusus menggelar pertemuan dengan tajuk “Kolaborasi dan Sinergi untuk Kemajuan NTT” di Kupang pada 12 dan 13 Desember 2025.
Gubernur Melkiades ketika membuka acara mengatakan, pertemuan dengan diaspora NTT merupakan forum untuk menyatukan gagasan dan kekuatan diaspora yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di luar negeri. “Kami maknai forum ini sebagai ruang dialog resmi, terbuka dan berkelanjutan antara diaspora dan Pemda NTT,” tegas Melkiades.
Untuk menjaga jalinan yang ada, Melkiades mengatakan akan membentuk grup komunikasi nasional diaspora sebagai kanal resmi untuk koordinasi dan penyampaian isu-isu strategis. Selain itu, katanya, juga segera disusun dokumen resmi arah kontribusi diaspora lima tahun ke depan, yang tidak hanya berhenti pada tataran ide, tetapi target yang jelas, terukur dan dapat dilaksanakan.
Dia mengatakan, pertemuan itu merupakan titik awal untuk terus menjalin kemitraan antara diaspora dan NTT yang luas, terbuka, dan berkelanjutan. Sebab, Pemda NTT menyadari tidak mungkin bergerak sendiri, begitu juga diaspora dan pemerintah kabupaten/kota, tetapi semua harus topang dan mendukung untuk bersinergi dalam membangun daerah.
Melkiades juga menegaskan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam pembentukan jaringan diaspora nasional sebagai wadah pertukaran informasi dan penguatan jejaring profesional. Dengan demikian, kontribusi diaspora bisa terorganisasi dengan baik.
Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati menjelaskan, diaspora NTT memiliki potensi yang besar dan bermukim di seluruh wilayah Indonesia dan juga di luar negeri. Menurut Taty, pertemuan diaspora ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai isu yang bisa menjadi agenda kolaborasi, terutama dalam mengembangkan potensi daerah yang belum dikelola dengan baik untuk memberikan nilai ekonomi lebih bagi penghasilan masyarakat.
Pertemuan diaspora ini sudah melalui berbagai penjajakan, termasuk kunjungan dan pertemuan Gubernur NTT dengan komunitas diaspora yang ada di Bali, Papua, Maluku dan sebagainya. “Kita ingin potensi diaspora ini bisa memberikan kontribusi untuk bersama-sama membangun NTT, tentu dengan kapasitas yang dimiliki diaspora, baik investasi, jaringan, inovasi, dan ketrampilan dalam mengolah produk yang dihasilkan Masyarakat,” jelasnya.
Dalam berbagai pertemuan dengan diaspora, jelas Taty, Gubernur Melkiades selalu menekankan agar diaspora agar memperhatikan kampung masing-masing karena merupakan kelompok kecil tetapi sangat focus dan konkrit. “Jadi setelah pertemuan di Kupang, kami akan terus mengawal sehingga apa yang diharapkan bisa membuahkan hasil. Kami juga senang, karena mendapat respon positif dari kalangan diaspora,” jelasnya.
Menurut Taty, pertemuan diaspora dihadiri berbagai perwakilan komunitas yang bermukim di berbagai daerah, termasuk dari luar negeri. “Ini tentu awal yang baik untuk kita terus bersama dan berkolaborasi,” jelasnya.(dd)

