SHNet, Jakarta- Institut Media Digital Emtek (IMDE) menjajaki suatu kerja sama yang sinergis dengan Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPLUKM) Jakarta Barat. Langkah awal ke arah kerja sama itu dilakukan dengan kunjungan beberapa dosen IMDE ke Sudin PPKUKM, Jakarta Barat, Kamis (06/02/2025).
Adapun Tim IMDE yang berkunjung ke Sudin PPKUM adalah Ketua LPPM/Ketua Prodi Bisnis Digital Ratih Damayanti, Sekretaris LPPM, Safrudiningsih dan dosen Ressa Rizky Mutiara, Hanindito dan Dio Irsandi. Mereka diterima Kepala Seksi Perindustrian Sudin PPKUKKM Jakarta Barat, Een Herawati, SE, MSi
Pertemuan akrab pun terjalin dan banyak hal yang dibicarakan terkait rencana kerja sama mendatang, khususnya bagaimana meningkatkan peran UMKM di Jakarta Barat , utamanya melalui jalinan kerja sama bidang digital oleh IMDE.
Ratih Damayanti mengemukakan, pihak IMDE selama ini dalam proses perkuliahan dan praktik di lapangan oleh mahasiswa, tak terlepas dari dunia digital, baik peralatan yang untuk praktik mahasiswa seperti studio, kamera,fotografi, dan berabagai peralatan pendukung maupun system dan aplikasi untuk menunjang proses digitalisasi.
“Apa yang kami terapkan di kampus,mungkin saja bisa membantu UKM untuk melek teknologi dan mencoba menerapkannya dalam proses produksi maupun pemasaran. Dapat dimulai dengan hal-hal yangsederhana, tapi menuju ke arah digital, termasuk bagaimana menggunakan media sosial untuk promosi dan pemasarannya,”ujar Ratih.
Kerja Sama Strategis
Kepala Seksi Perindustrian Sudin PPKUKKM Jakarta Barat, Een Herawati, SE, MSi mengapresiasi rencana kerja sama yang akan dijalin ke depan, sebab hal ini sangat strategis apalagi kampus IMDE memang punya kekuatan dalam bidang digital dan sumber daya yang cukup.
Diakui Een Herawati tantangan dan kendala UMKM masih cukup besar. Diungkapkan, UMKM di Jakarta Barat menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait adaptasi terhadap perubahan, kebiasaan (behavior) yang perlu diubah, dan kurangnya literasi digital. Banyak UMKM belum memiliki email, tidak terbiasa menggunakan teknologi, dan memiliki kebiasaan yang menghambat pengembangan usaha. Perizinan yang rumit juga menjadi kendala utama.
Meski demikian, Een Herawati mengatakan, pihaknya memiliki Program Pelatihan dan Pendampingan (P2) meliputi pelatihan hard skill (memasak dan menjahit), fasilitasi sertifikasi halal dan izin edar, serta bantuan untuk pembuatan logo, brand, kemasan, dan pendaftaran hak merek. Program ini juga menyediakan tenaga pendamping di setiap kecamatan untuk membantu UMKM.
Selain itu ada program strategi pemasaran dan permodalan.Strategi pemasaran meliputi bazar dan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti yang terlihat pada keberhasilan Festival Bandeng Rawa Belong. Program ini juga mencakup pelatihan pelaporan keuangan dan akses permodalan, meskipun kendala utama masih terletak pada perilaku UMKM dan akses permodalan yang terhambat oleh riwayat kredit.(sur)

