25 April 2026
HomeBeritaIndekstat: Ganjar Unggul Elektabilitas Capres

Indekstat: Ganjar Unggul Elektabilitas Capres

Jakarta-Temuan survei terbaru yang dirilis Indekstat menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo unggul sebagai calon presiden. Sedangkan, Prabowo Subianto berada persis di bawah Ganjar.

Hal itu terungkap dalam rilis hasil survei yang disampaikan  Deputi Direktur Eksekutif Indekstat Rikola Fedri dalam keterangan pers tertulis, Minggu (6/11/2022).

Lembaga survei Indekstat Indonesia melakukan survei opini publik dengan tema “Kondisi Sosial
Politik dan Kepemimpinan Nasional : 1 Tahun menjelang Kampanye Resmi Pemilu 2024”.

Survei diselenggarakan pada 10 – 19 Oktober 2022. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara
acak dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±
2,8% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung
dengan pewawancara yang telah dilatih.

Dalam peta elektoral 10 tokoh potensial, Ganjar Pranowo mendapatkan elektabilitas tertinggi dengan persentase 28,1persen. Selanjutnya ada nama

Prabowo Subianto di posisi kedua dengan perolehan elektabilitas 22,1 persendan disusul oleh
Anies Baswedan di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 17,3 persen.

“Peta konstelasi elektoral Calon Presiden hari ini menunjukkan bahwa jika pemilihan umum
(pemilu) diadakan sekarang, tidak ada perubahan yang cukup massif terjadi terkait
elektabilitas tokoh – tokoh yang ada. Ganjar, Prabowo dan Anies masih menjadi 3 kandidat
terkuat dengan elektabilitas tertinggi saat ini” kata Deputi Direktur Eksekutif Indekstat Rikola
Fedri.

Sementara itu, di bawah Ganjar, Prabowo dan Anies, ada nama Ridwan Kamil yang dalam
beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan elektabilitas menjadi 8,7 persen. Selanjutnya ada
nama Sandiaga Uno 4,8persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,9 persen, Puan Maharani 2,6 persen, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) 1,6 persen, Erick Thohir 1,1 persen dan Airlangga Hartarto 0,3 persen.

Sedangkan Pemilih yang belum menentukan pilihan sekitar 10,5 persen.

“Temuan menarik dalam survei kami adalah, sejak setahun lalu di Oktober 2021, sebanyak
80 persen pemilih di Indonesia sudah menentukan pilihan Calon Presidennya dan semakin
mengerucut hingga hari ini ke tiga calon,” kata Rikola.

Indekstat juga melakukan survei tentang simulasi pasangan tokoh potensial Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Hasilnya, dalam beberapa skenario simulasi pasangan, Ganjar cenderung unggul terhadap pasangan lainnya ketika berpasangan dengan Erick Thohir atau Ridwan Kamil, namun cenderung kompetitif ketika head to head dengan pasangan Prabowo – Gus Muhaimin.

Dalam simulasi 3 tokoh dengan suara tertinggi, peringkat pertama Ganjar berada di angka
35,5 persen, kedua Prabowo Subianto yang cenderung stagnan di angka 28,2 persen dan posisi ketiga.

Anies Baswedan 24,7 persen. Dalam survey ini juga terdapat tokoh yang mengalami peningkatan
suara secara signifikan sehingga menempati posisi ke-4 yaitu Ridwan Kamil dengan suara
8,3 persen.

Meningkatnya elektabilitas Ridwan Kamil memengaruhi suara Anies dan Prabowo di Jawa
Barat dimana Jawa Barat merupakan arena kompetesi Anies dan Prabowo. Sementara Ganjar
untuk pulau Jawa dominan di Jawa Tengah dan sebagian besar Jawa Timur. Sehingga ketika

Ganjar dan Ridwan Kamil dipasangkan suaranya cukup kuat berada di angka 35 persen dalam
simulasi 3 pasang.

Prabowo cukup kuat ketika berpasangan dengan Gus Muhaimin dengan trend elektabilitas di
angka 25-27 persen. Namun, ketika tidak dipasangkan dengan Gus Muhaimin suara Prabowo cenderung turun khususnya di Jawa Timur.

Sementara itu, Anies Baswedan dalam simulasi pasangan cenderung memiliki elektabilitas sedikit lebih unggul ketika berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 22-28% dalam simulasi 3 pasangan dan kuat di DKI-Banten.(den)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU