16 June 2024
HomeBeritaIni Tugas Pengawasan BPOM Paling Penting Untuk Dilakukan Saat Ini

Ini Tugas Pengawasan BPOM Paling Penting Untuk Dilakukan Saat Ini

SHNet, Jakarta-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki pekerjaan besar utama yang harus diperhatikan seiring tugasnya sebagai pengawasan obat dan makanan terkait kasus-kasus yang terjadi pada obat dan bahakn pangan yang terjadi belum lama ini. BPOM diminta untuk lebih fokus mengawasi bahan etilen glikol yang terindikasi menjadi penyebab penyakit gagal ginjal akut pada anak yang terjadi di Gambia. Selain itu juga terhadap produk mi instan dari beberapa negara karena mengandung etilen oksida yang berbahaya. Teranyar, puluhan kosmetik diamankan karena mengandung zat karsinogen.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Dr Kurniasih Mufidayati, mengatakan BPOM tengah memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengatasi pengawasan dan peredaran saat ini. Pada kasus etilen glikol, dia meminta agar BPOM bergerak dengan melarang bahan etilen glikol pada produk sirup. Di sisi lain, dia juga meminta agar ada pengawasan dampak etilen glikol pada produk yang sering digunakan seperti polyester dan termasuk kosmetik.

“Setelah mengeluarkan aturan larangan etilen glikol untuk produk sirup, perlu diteliti lebih lanjut untuk produk yang juga banyak digunakan seperti plastik dan juga kosmetik. Bagaimana tingkat keamanannya. Di sisi lain, tim gugus juga Kemenkes juga bisa segera melihat apa penyebab utama gagal ginjal akut di Indonesia,” kata Kurniasih.

Selain itu, pada kasus penarikan mi instan produksi Indonesia di beberapa negara, BPOM juga harus segera melakukan tes dan pengawasan menyeluruh terhadap semua produk yang beredar di Indonesia.

“Bisa langsung dilakukan tes menyeluruh dari semua produk agar benar-benar dipastikan mi instan yang beredar di Indonesia juga aman dikonsumsi. Selain itu, perlu dijawab kenapa ada mi instan produk Indonesia yang disebut mengandung bahan berbahaya di berbagai negara,” ungkap Kurniasih.

Pada kasus penemuan kandungan berbahaya pada berbagai produk kosmetik, perlu ketegasan untuk menggandeng penegak hukum dan menindak dari proses produksi di hulu.

“Tindak pengolah bahan bakunya, sebab jika hanya menindak yang ada di peredarannya saja akan menjadi pekerjaan yang terus menerus dan memakan biaya program penindakan yang tidak sedikit,” katanya. (cls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU