30 January 2023
HomeBeritaIPW Meminta Kepada Kapolri, Untuk Tidak Mengeluarkan Ijin Pertandingan Bola Liga 1

IPW Meminta Kepada Kapolri, Untuk Tidak Mengeluarkan Ijin Pertandingan Bola Liga 1

SHNet, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menghimbau Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk tidak mengeluarkan ijin pertandingan kompetisi liga 1 sebelum digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) yang sudah dicetuskan FIFA pada 16 Februari 2023 untuk memilih Ketua Umum yang baru.

“Pasalnya, pihak kepolisian harus menghormati Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kasus tewasnya 135 suporter Arema di Stadion Kanjuruhan yang telah memberikan laporannya kepada Presiden Joko Widodo. Salah satu isinya adalah rekomendasi bagi PSSI,” ujar Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan persnya kepada SHNet, Sabtu ( 26/11/2022).

Dikatakannya, pada huruf a dinyatakan bahwa secara normatif pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI, namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang.

Kembali dijelaskan Sugeng, saat laporan ini disusun sudah mencapai 132 orang meninggal dunia, 96 orang luka berat, 484 orang luka sedang/ringan yang sebagian bisa saja mengalami dampak jangka panjang.

“Sementara dalam huruf b rekomendasi bagi PSSI itu disebutkan untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan PSSI dan menyelamatkan persepak bolaan nasional, pemangku kepentingan PSSI diminta untuk melakukan percepatan Kongres atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB),” katanya.

Menurutnya, itu agar menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan PSSI yang berintegritas, profesional,
bertanggungjawab, dan bebas dari konflik kepentingan. Pemerintah tidak akan memberikan izin pertandingan liga sepak bola profesional di bawah PSSI yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, sampai dengan terjadinya perubahan dan kesiapan yang signifikan oleh PSSI dalam mengelola dan menjalankan kompetisi sepak bola di tanah air.

Dijelaskan Sugeng, untuk pertandingan sepak bola di luar Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tetap berlangsung dengan memperhatikan ketertiban umum dan berkoordinasi dengan aparat keamanan.

“Disamping itu, dengan keluarnya Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga yang ditandatangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, maka pimpinan tertinggi di kepolisian tersebut harus konsisten untuk menerapkannya,” tuturnya. (mayhan)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU