14 August 2026
HomeBeritaITB Perkenalkan Praktikum Kimia Aplikatif di Lingkungan Siswa SMA

ITB Perkenalkan Praktikum Kimia Aplikatif di Lingkungan Siswa SMA

SHNet, Jakarta-Kelompok Keilmuan (KK) Kimia Analitik Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan praktikum kimia aplikatif di SMAN 1 Sleman, Yogyakarta. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian ITB ke masyarakat.

Dr. Handajaya Rusli, M.Si, Lektor Kelompok Keilmuan Kimia Analitik ITB, menyampaikan kegiatan bertema “Keseruan Ilmu Kimia di Lingkungan siswa SMA/MA/SMK” yang dilakukan pada 10 Agustus 2026 ini, diikuti 287 siswa kelas 12 SMAN 1 Sleman. Tujuan utama kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu kimia yang ada di sekitar mereka.

Menurutnya, saat ini banyak siswa SMA yang takut atau tidak tertarik terhadap ilmu kimia karena tidak merasakan hubungan antara teori di kelas dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. “Untuk itu, melalui kegiatan percobaan kimia aplikatif ini, siswa diharapkan dapat merasakan serunya belajar kimia dan menjadi tertarik untuk mendalami lebih jauh,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka Kepala SMAN 1 Sleman, Wahyu Setya Graha Priyadi. Dia mengapresiasi kedatangan KK Kimia Analitik ITB. “Saya berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan ke depannya sekaligus mendorong siswa SMAN 1 Sleman untuk berkuliah di ITB,” katanya.

Pada kegiatan ini tim dosen dan mahasiswa dari KK Kimia Analitik ITB berfungsi sebagai fasilitator, sedangkan siswa menjadi bintang dari kegiatan. Siswa secara berkelompok mengerjakan dua percobaan dan perwakilan siswa melakukan demonstrasi pada satu percobaan. Di antara percobaan yang dilakukan, berbagai pertanyaan dan petunjuk disampaikan untuk memancing logika dari siswa.

Ada beberapa ulasan percobaan yang dilakukan. Pertama, kromatografi kolom yang melakukan pemisahan campuran zat warna menggunakan kolom kromatografi sederhana. Kolom kromatografi dibuat dengan mengisikan serbuk silika ke dalam tabung suntik yang kemudian dibasahi dengan pelarut yang sesuai. Campuran zat warna tersebut akan terpisah menghasilkan degradasi warna yang merupakan kombinasi pewarna yang digunakan. Pemisahan ini terjadi sebagai akibat perbedaan daya elusi setiap senyawa kimia penyusun pewarna dengan silika saat dielusi oleh pelarut yang digunakan. Pada percobaan ini siswa dapat melatih keterampilan tentang materi kelarutan dan pemisahan yang dipelajari di kelas.

Kedua, analisis forensic, di mana pada percobaan ini siswa diperlihatkan pemanfaatan mikroskop digital yang banyak tersedia di pasaran untuk mengamati morfologi berbagai potongan bahan. Pada percobaan ini, siswa merasa menjadi seorang detektif forensik. Sampel yang digunakan adalah rambut manusia,  kucing, anjing, tali rafia, benang, dan bulu burung.

Ketiga, identifikasi asam basa menggunakan indikator bunga telang. Pada percobaan ini, siswa mendapatkan pengalaman penggunaan indikator pH alami yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.  Larutan hasil penyeduhan bunga telang digunakan langsung sebagai indikator dengan cara menambahkannya pada larutan pH 1-14 dan sampel yang telah disiapkan. Siswa menemukan bahwa pada pH asam akan didapatkan warna merah, pH netral biru, dan pH basa adalah kuning. Siswa juga memahami bahwa pada pH yang tidak terlalu asam/basa dapat teramati warna baru yang merupakan transisi warna.

Ketua KK Kimia Analitik ITB, Prof. Ir. Muhammad Ali Zulfikar, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Yang hadir dalam acara ini juga menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk civitas SMAN 1 Sleman atas sambutan hangat dan antusiasme yang tinggi dalam melakukan kegiatan ini. “Saya berharap siswa SMAN 1 Sleman dapat berkuliah di ITB terkhusus Program Studi Kimia,” ucapnya seraya menambahkan bahwa kegiatan ini juga berlangsung atas dukungan PT. Paragon Technology and Innovation. (cls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU