İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeBeritaPariwisataKemenparekraf Apresiasi Festival Adat dan Budaya Nusantara I

Kemenparekraf Apresiasi Festival Adat dan Budaya Nusantara I

SHNet, Jakarta- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaran Festival Adat dan Budaya Nusantara I yang digelar di Kabupaten Klungkung, Bali, sebagai upaya melestarikan budaya dan ajang silaturahmi antar kerajaan dan lembaga adat di Tanah Air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataanya di Jakarta, Kamis (18/8/2022) menjelaskan Melalui pariwisata, budaya dapat dilestarikan dan diapresiasi. Di sisi lain, budaya dapat menjadi ciri destinasi dan atraksi wisata yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian lokal.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

“Atraksi budaya bisa sebagai daya tarik wisatawan, sehingg berbagai potensinya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani saat menghadiri Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Klungkung, Bali, budaya dan pariwisata dapat saling menghidupkan dan menyejahterakan, sehingga kelestarian budaya tetap terus terjaga.

“Kami mengapresiasi Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Adat Nusantara (DPP MATRA) atas inisiatifnya dalam penyelenggaraan Festival Adat dan Budaya Nusantara sebagai wujud inovasi dan kolaborasi untuk terus melestarikan budaya,” ujarnya.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, penyelenggaraan event ini selain sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi antar kerajaan dan lembaga adat, juga dapat menggali potensi ekonomi serta menunjukan kepedulian dan pelestarian budaya nusantara.

Nilai keunikan yang terdapat pada event ini, juga dapat menjadi atraksi untuk mempromosikan pariwisata Indonesia secara nasional maupun internasional.

“Kami mengajak semua pihak untuk dapat berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata sebagai upaya pemulihan ekonomi sehingga Indonesia dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujarnya.

Festival Adat dan Budaya Nusantara I digelar pada 16 hingga 19 Agustus 2022. Sebanyak 211 kerajaan dari seluruh nusantara yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (Matra), dan ada belasan perwakilan kerajaan dari mancanegara yang hadir.

Festival Adat dan Budaya Nusantara yang pertama kali diadakan ini adalah upaya memperkuat silaturahmi kerajaan dan lembaga adat sekaligus menggali potensi ekonomi serta menunjukkan kepedulian pada ketahanan adat dan budaya nusantara.

Dipilihnya Bali sebagai tuan rumah acara, selain ingin membangkitkan pariwisata yang terdampak pandemi dalam 2 tahun terakhir, juga karena Pulau Dewata memiliki kekayaan adat dan budaya kerajaan ataupun masyarakat adat yang masih terpelihara dengan baik, serta saling bersinergi dan tetap lestari hingga kini. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU