22 May 2022
HomeBeritaKesraKenali Gejala Kecanduan Internet

Kenali Gejala Kecanduan Internet

SHNet, Malang- Adanya smartphone dan internet memang sangat memudahkan kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaannya pun perlu adanya batasan. Sebab, jika tidak, hal ini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Selain pekerjaannya terganggu, seseorang yang kecanduan internet bisa saja lupa makan karena asyik bermain game atau melihat media sosial. Kecanduan internet terjadi karena adanya pengalaman yang menyenangkan sehingga merangsang produksi dopamin.

“Ketergantungan ini lantas menumpuk karena keinginan seseorang mencapai respons yang menyenangkan,” papar Sandi Reza Fahmi seorang Content Creator ketika berbicara sebagai Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021).

Lanjutnya, hanya memeriksa email setiap hari untuk pekerjaan bukan termasuk gangguan. Sebab, gangguan kecanduan internet biasanya telah berdampak pada hubungan pribadi, kehidupan sekolah, dan pekerjaan.

Berikut beberapa gejala kecanduan internet secara emosional yang perlu diketahui:
• Depresi
• Ketidakjujuran
• Perasaan bersalah
• Kegelisahan
• Perasaan euforia saat menggunakan komputer
• Ketidakmampuan untuk memprioritaskan atau menjaga jadwal
• Mengisolasi diri
• Lemah pertahanan diri
• Menghindari pekerjaan
• Agitasi Perubahan suasana hati
• Takut Larut dalam kesendirian
• Kebosanan dengan tugas rutin
• Sering menunda.

Sementara itu, gejala fisik gangguan kecanduan internet di antaranya:

• Sakit punggung
• Sindrom terpal carpal
• Sakit kepala Insomnia
• Nutrisi buruk (gagal makan atau makan berlebihan untuk menghindari komputer)
• Kebersihan pribadi buruk (misal: tidak mandi untuk tetap online)
• Sakit leher
• Mata kering dan masalah penglihatan lainnya

Presiden Joko Widodo saat membuka webinar Gerakan Nasional Literasi Digital, mengatakan, tantangan di ruang digital semakin besar, konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat. “Menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui literasi digital,” ujar Jokowi.

Presiden mencontohkan konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian daring, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

Presiden juga berharap gerakan literasi digital akan terus membesar dan bisa mendorong berbagai inisiatif lain untuk melakukan kerja-kerja konkret. Masyarakat pun semakin cakap memanfaatkan internet untuk berbagai kegiatan edukatif dan produktif. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU