16 July 2026
HomeBeritaKetika Generasi Emas Spanyol Mengulang Sukses Pendahulu Memburu Gelar

Ketika Generasi Emas Spanyol Mengulang Sukses Pendahulu Memburu Gelar

Oleh: Eddy Lahengko

Spanyol menjadi salah satu konsestan dari jumlah 48 tim berlaga di Piala Dunia 2026. Kehadiran Skuad yang ditangani Pelatih Luis de la Fuente, berbekal niat dan tekad serta motivasi memburu gelar Piala Dunia kedua setelah pertama dan terakhir menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Kali ini La Roja kembali masuk jajaran favorit juara Piala Dunia 2026 bersama Argentina, Prancis, dan Inggris.

Dengan berbagai persiapan ditengah kompetesi padat di negaranya Skuad Matador ini menjelma menjadi tim yang begitu perkasa dan luar biasa.

Bermaterikan perpaduan pemain muda potensial dan pemain matang dari berbagai klub Eropa. Tim yang diracik Luis de la Fuente, memanfaatkan revolusi pemain muda, mengandalkan talenta yang sangat belia di lini serang, seperti Lamine Yamal dan Gavi, kemudian lini tengah, dipadukan pemain senior di lini pertahanan dan penjaga gawang.
Pemain seperti Mikel Oyarzabal, Dani Olmo dan Kapten tim Rodri, masuk dalam ketegori usia matang.Jika dibandingkan dengan tim peserta lainnya, skuad Spanyol, jauh lebih muda, dari pada Argentina misalnya.

Mengamati tingkat usia pemain Spanyol seperti Bintang Muda, Lamine Yamal, yang baru merayakan ulang tahun ke 19, tanggal13 Juli yang lalu dan pemain potensi di sektor jantung pertahanan atau sekarang disebut bek tengah, Pau Curbasi, 19 tahun. Kemudian, usia matang seperti Mikel Oyarzabal ,29 tahun, Pedri, Dani Olmo, Rodri dan Laporte, maka tidaklah heran bermaterikan paduan dari tingkat usia ini membuat tim yang dijuluki la Roja makin dahsyat dan garang di lapangan dengan ciri khas bermain kolektif, pergerakan bola cepat, dan bergerak tanpa kenal lelah.

Mereka ini merupakan Generasi Emas, generasi baru dimilik Spanyol saat ini, melanjutkan tongkat estafet dari pendahulunya yang sukses meraih gelar Piala dunia tahun 2010 di Afika Selatan. Sebuah penantian panjang selama 16 tahun.

Atas penampilan yang begitu impresif, dan tim Matador tak terkalahkan selama turnamen berlangsung. Berada di grup H babak penyisihan grup, Spanyol bermain imbang 0-0 dengan Tanjung Verde, membantai Arab Saudi 4-0, dan terkahir mengalahkan Uruguay 1- 0. Lanjut ke fase gugur di 32 besar, Rodri dkk menjungkirkan Austria 3-0, babak 16 besar memulangkan Portugal dengan skor tipis 1-0 . Kedigdayaan Spanyol berlanjut diperempat final mengalahkan Belgia 2-1.

Di Semi Final favorit juara, Prancis jadi korban 2-0. Dari babak penyisihan grup hingga semi final, Spanyol mengoleksi 13 gol dan hanya kebobolan 1 gol.

Menilik perjalanan tim ini sampai partai puncak menunjukkan Spanyol bukan tim sembarang. Justru dengan penampilan kolektifitas serta ditangani Pelatih bertangan dingin, Luis de la Fuente menjadi sebuah tim yang tangguh, kokoh dan ditakuti lawan. Lamine Yamal dkk tinggal selangkah lagi menyudahi turnamen ini, apakah akan membawa piala atau tropi ini ke negaranya Spanyol atau juara bertahan sukses mempertahankan gelarnya?

Juara bertahan Argentina melaju ke final setelah di semi final menang 2-1 atas Inggeris.
Menariknya dari skuad La Roja , didominasi oleh pemain2 Barcelona. Mereka itu adalah, Joan Garcia, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Gavi, Dani Olmo, Pedri, Lamine Yamal, dan Ferran Torres.

Klub asal Catalunya ini jadi penyumbang pemain terbanyak, dengan 8 punggawa,
Sementara itu, Atletico Madrid dan Athletic Club masing-masing menyumbang tiga pemain. Arsenal mengirim dua wakil, Tottenham, Bayer Leverkusen, Chelsea, Man City, PSG, Crystal Palace, Osasuna, Real Sociedad, dan Celta Vigo masing-masing menyumbang satu pemain.

Yang paling menarik perhatian tentu absennya pemain Real Madrid dalam daftar skuad Spanyol saat Piala Dunia 2026 dimulai. Kondisi tersebut langka mengingat Los Blancos selama ini hampir selalu punya wakil di tim nasional.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-17 Spanyol diajang ini. La Roja pertama kali tampil di Piala Dunia 1934  dan selalu lolos ke Piala Dunia sejak 1978.

Prestasi terbaik La Roja lahir di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan saat mereka diasuh Vicente del Bosque.

Generasi emas yang diperkuat oleh Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Ramos, Gerard Pique, dan Carles Puyol, sukses menekuk Belanda 1-0 pada laga final lewat gol Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu.

Sekarang tongkat estafet berpindah ke generasi baru di bawah asuhan Luis de la Fuente. Sebelum menangani tim senior pada akhir 2022, juru taktik Tim Matador di Piala Dunia 2026 itu lebih dulu menangani tim U-19 dan U-21. Pengalaman itulah yang jadi bekalnya meracik fondasi Timnas Spanyol saat ini.

Adapun kepercayaan terhadap generasi baru membuahkan hasil. La Roja juara EURO 2024, melaju ke final UEFA Nations League 2025, kemudian lolos ke Piala Dunia 2026.

Analisis Bola, Eddy Lahengko, Wartawan Senior di Jakarta.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU