20 April 2026
HomeLIFESTYLEKolaborasi Ayu Dyah Andari dan Trisha Chas Ciptakan Koleksi "The House Of...

Kolaborasi Ayu Dyah Andari dan Trisha Chas Ciptakan Koleksi “The House Of AZ”

SHNet, Jakarta- Nama Ayu Dyah Andari sudah melekat di sanubari pecinta mode Indonesia.

Sebagai desainer papan atas, Ayu begitu fasih menjalankan banyak hal, mulai dari merancang gaya busana ultra feminim, membangun citra yang kuat, menjalankan bisnis hingga menggiring selera pasar dan konsumen.

Sedangkan Trisha Chas mulai menggagas mode dan menciptakan busana, tiga tahun belakangan ini. Lewat karyanya, lahirlah jenama Zeta Privé. Sepuluh tahun sebelumnya Trisha menapaki dunia bisnis luxury fashion item. Berbendera Zeta Bags ia menjalankan bisnis jual-beli tas-tas branded. Tak heran jika Trisha menjadi terbiasa jeli terhadap detail dan ketelitian itu terbawa ketika terjun merancang busana.

Kedua perempuan kreatif ini sepakat berkolaborasi sehingga terciptalah House Of AZ.

House of AZ mengutamakan pemakaian bahan yang premium, mengedepankan kenyamanan, kualitas yang prima, dengan desain yang cantik dan siluet yang unik.
Karya mereka berdua dipresentasikan dalam sebuah pameran dalam tajuk jenama mereka: HOUSE OF AZ, yang dipamerkan di D’Gallerie, jalan Barito I/3, Jakarta sejak Rabu, 7 Agustus 2024 hingga Kamis, 8 Agustus 2024.

Pameran di galeri 

Ada yang beda dengan koleksi HOUSE OF AZ. Koleksi tersebut diluncurkannya tidak dalam bentuk fashion show, melainkan dalam pameran seni di galeri

“Aku pengagum fine art.  Desain ini sebagai seni yang cukup tinggi bukan hanya fashion show tapi exhibition supaya bisa dinikmati dan dirasakan. Ingin sesuatu yang beda ini karya,” ujar Trisha.

Hal senada juga diutarakan Ayu.
“Aku ingin karyaku dilihat dan lebih dekat dengan orang. Tidak harus lewat fashion show. Memajang koleksi HOUSE OF AZ di galeri, pecinta mode dapat menikmati koleksi tersebut tanpa jarak, dapat memegang langsung dan merasakannya,” ungkapnya.

Meski ragam koleksi yang dikeluarkan terbatas namun ditawarkan dalam rentang varian warna yang lebar dan diproduksi dengan jumlah banyak.
Setiap lembar busana ditandai dengan dominasi dinamika permainan detail serta saling menginfus jejak gaya ke dalam rancangan pasangan kolaborasinya, tanpa menghilangkan DNA dan identitas masing-masing desain.

Dalam karya Ayu Dyah Andari terasa aroma sisipan gaya Zeta Privé, dan dalam desain Zeta Privé terembus nafas rancangan Ayu Dyah Andari. Intervensi yang tidak biasa dan sangat jarang terjadi di dunia penciptaan.

Elegansi busana sangat terasa pada sebelas desain yang dikelompokkan sebagai busana luxury, yang hadir dalam enam pilihan warna champagne, coklat, pink, biru, hitam, dan putih.
Kelompok luxury menggunakan bahan brokat yang menjadi signature style Zeta Privé yang diberi sentuhan lace sebagai ciri khas ADA.

Keduanya sepakat dengan gayanya masing-masing untuk melabuhkan beads yang disusun oleh tangan yang piawai membentuk pola tertentu pada bagian depan busana agar terlihat lebih mewah.
Dalam siluet yang kaya rupa ADA bermain-main dengan potongan lengan menggelembung, dan terusan dengan bagian rok melebar. Sedangkan Zeta Privé memilih menggarap blus-blus berpotongan longgar yang dipadankan dengan celana palazzo.

Koleksi selanjutnya berupa empat desain prêt-à-porter. Busana-busana ready-to-wear ini masing-masing dipersembahkan dalam tiga warna yang menggunakan bahan printing. Di atas gaun terusan maupun two-piece busana siap pakai berpadu serasi rancangan cetak motif mawar sebagai ciri ADA dan melati yang menjadi karakter Zeta Privé.

Koleksi terakhir berupa satu desain knitwear yang effortless sekaligus cantik dalam Tiga warna.
Melengkapi koleksi ini hadir juga rancangan kerudung yang menggunakan teknik water color ciri khas dari Zeta Prive dalam desain ADA. Fashion item lain yang mereka ciptakan sebagai pelengkap berupa sebuah bros dan sebuah scarf ring dalam pilihan warna rosegold, gold, dan emas putih.

Sebuah desain tas diluncurkan dalam empat warna dengan edisi terbatas menjadi pelengkap busana yang manis. Munculnya gaya busana yang memadukan dua desainer dalam satu gaya rancangan menjadi langkah inovatif yang telah memberikan kontribusi dan mengembuskan angin segar bagi kreativitas dan membawa busana modest ke tingkat yang lebih tinggi, juga sebagai bukti dedikasi keduanya pada dunia mode di Tanah Air. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU