DEPOK – Sebanyak 12 siswa miskin di Kota Depok belum memperoleh sekolah, karena mereka tidak mendapat prioritas untuk masuk SMA atau SMK Negeri. Namun, ironis karena Kota Depok belum lama ini meraih predikat Kota Ramah Anak. Semestinya, penghargaan itu dicabut karena faktanya bertolak belakang.
Para orang tua siswa miskin yang anaknya belum mendapatkan sekolah, ditawari Sekolah Terbuka oleh Ketua Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA SMK Negeri Kota Depok, mewakili Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah (KCD) 2, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Namun tawaran yang tidak jelas dan melanggar undang-undang itu ditolak mentah mentah oleh pihak orang tua murid,” jelas Ketua DKR Depok, Roy Pangharapan di Depok Senin (21/8/2023). Roya mendamping para siswa untuk berusaha memperoleh akses pendidikan yang menjadi hak para siswa.
Roy Pangharapan mengatakan, pertemuan orang tua siswa miskin yang anaknya belum mendapatkan sekolah dengan pihak KCD 2 yang diwakili oleh Mamad Mahfudin M.PD Ketua MKKS SMA Negeri Depok, sekaligus Kepala SMA N 4 Kota Depok Sabtu (19/8/2023) yang diadakan di SMA Negeri 4 Kota Depok. Dalam pertemuan tersebut pihak KCD 2, menawarkan solusi yaitu Sekolah Terbuka karena penerimanaan sekolah lewat PPDB sudah tutup.
“Orang tua siswa menolak Sekolah Terbuka karena tidak jelas pertanggungjawaban dari sekolah tersebut,” kata Roy Pangharapan.
Roy mengatakan, pihak MKKS menjelaskan Sekolah Terbuka hanya masuk seminggu sekali. Bahkan, menurut Mamad, sebulan sekali juga bisa, hanya formalitas saja.
“Kontan saja para orang tua kecewa dan menolak usulan tersebut para siswa dan orang tua tetap menginginkan sekolah yang bener bukan yang abal-abal,” jelas Roy.
Para orang tua dan siswa kecewa atas usulan tersebut dan mempertanyakan keabsahan dari Sekolah Terbuka tersebut. Karena lembaga MKKS tidak bisa juga menjelaskan tanggung jawab Sekolah Terbuka tersebut.
Para orang tua siswa miskin, kata Roy Pangharapan, tetap meminta agar anaknya sekolah normal sesuai dengan sekolah yang dituju masing-masing, bukan mengorbankan satu semester bahkan satu tahun tidak sekolah.
DKR menyatakan akan melanjutkan perjuangan untuk mendapatkan hak para siswa dari keluarga miskin, yaitu sekolah sesuai dengan sekolah yang dituju
“Kami siap untuk terus mendampingi orang tua siswa miskin agar mendapatkan haknya,” tegas Roy Pangharapan.
Seperti diberitakan bahwa DKR sedang memperjuangkan siswa miskin yang belum mendapatkan sekolah, yaitu 12 orang siswa akan masuk SMA dan SMK Negeri di Depok. (den)

