1 May 2026
HomeBeritaKesehatanLembaga Kesehatan NU Ingatkan Bahaya Kurang Minum Selama Puasa dan Momen Lebaran

Lembaga Kesehatan NU Ingatkan Bahaya Kurang Minum Selama Puasa dan Momen Lebaran

SHNet, Jakarta – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengingatkan masyarakat tidak mengalami dehidrasi karena kurang minum selama puasa dan saat momen lebaran nanti. Pasalnya, dengan mengonsumsi air minum yang cukup, metabolisme tubuh akan tetap terjaga sehingga bisa menjalankan aktivitas dengan baik.

Anggota LKNU, dr. Makki Zamzami, mengatakan air dalam tubuh sangat penting, terutama untuk membantu metabolisme. Menurutnya, puasa dan perjalanan jauh saat mudik lebaran dapat membuat tubuh mengalami kekurangan air  yang parah. Jika dibiarkan, kondisi ini menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan dan mempengaruhi fungsinya. Kekurangan cairan bisa menimbulkan gejala mulai dari pusing, sakit perut, dan bahkan kematian.

Selain itu, kekurangan air juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan dan kelesuan yang parah dan membuat tubuh kekurangan energi fisik. Tidak hanya itu, kekurangan air juga dapat memberikan dampak besar pada kepala, yang mungkin menimbulkan sakit kepala parah bersama dengan pusing dan bahkan tidak sadarkan diri.

“Kekurangan air akan menyebabkan dehidrasi yang otomatis akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Tubuh manusia itu memerlukan 8 gelas atau 2 liter air perhari. Nah, selama berpuasa misalnya, sebetulnya tinggal mengatur waktunya saja agar kebutuhan air tersebut tetap bisa terpenuhi dan terhindar dari dehidrasi,” tukasnya.

Dia menuturkan kekurangan air yang parah saat puasa dapat secara signifikan dapat mengurangi sinyal ke otak. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan penyusutan otak pada seseorang yang mengalaminya. Di samping itu, dehidrasi dapat menyebabkan konstipasi, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan lainnya di dalam tubuh serta rasa tidak nyaman jika hal tersebut terjadi.

Kekurangan air putih saat puasa juga dapat menyebabkan meningkatkan tingkat keasaman di dalam perut, yang menyebabkan bisul perut. Sedikitnya asupan air putih saat puasa juga dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk yang dapat mengurangi aliran darah di arteri dan vena. “Dehidrasi dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya termasuk tekanan darah tinggi atau rendah, jantung berdebar-debar, irama jantung tidak teratur, peningkatan racun dalam tubuh, nyeri sendi karena kurangnya pelumasan pada sendi, mual dan lainnya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua LKNU Jakarta, dr. M Arief. Dia mengatakan manfaat air mineral yang cukup selama bulan puasa adalah untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan dan elektrolit yang mengakibatkan tubuh menjadi lemas dan menjadikan ibadah puasa tidak optimal.

Dia mengutarakan pada orang dewasa, konsumsi air putih yang disarankan yaitu sekitar 8 gelas berukuran 230 mililiter per hari atau total 2 liter. “Dampak kekurangan air saat puasa akan mengakibatkan dehidrasi dan kekurangan elektrolit sehingga menjadi lemas. Karenanya, saya menyarankan agar kebutuhan tersebut tercukupi selama puasa, kita mengaturnya menjadi pada saat sahur 4 gelas dan setelah buka puasa 4 gelas,” tukasnya.

Anggota Komisi Fatwa MUI Cilacap, apoteker dan peneliti di bidang farmasi, Yuhansyah Nurfauzi, juga menambahkan bahwa asupan air putih atau air mineral sangat esensial bagi kaum muslimin ketika berbuka puasa. Bahkan, menurutnya, pilihan berbuka puasa dengan air putih menjadi salah satu kesunnahan karena ada hadits yang menganjurkannya. “Artinya, selain baik untuk kesehatan berbuka dengan air putih juga dapat memperoleh pahala sunnah Nabi,” tukasnya.

Saat puasa, kata penulis artikel di NU online ini, waktu minum air putih dapat disesuaikan misalnya saat bangun sahur satu gelas, setelah sahur satu gelas dan menjelang imsak secukupnya. Kalau sore dan malam, saat berbuka sebelum makan makanan yang lain,  setelah berbuka, setelah salat magrib, setelah salat isya, setelah salat tarawih

“Jadi, saat  berbuka dengan air putih maka air putih akan berlaku sebagai pengencer air ludah orang yang  berpuasa. Menurut Ibnu Sina, orang yang berpuasa memiliki kandungan anti racun pada ludahnya. Bila orang yang puasa berbuka dengan air putih, maka dia menelan ludahnya bersama dengan air tersebut. Hal itu sangat bermanfaat untuk detoksifikasi tubuh,” katanya. (cls)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU