(Ist)
FEATURE
SHNet, Jakarta – Mama merupakan sosok yang sangat penting di dalam kehidupanku, disamping sosok Ayah. Sejak aku lahir di dunia ini hingga dewasa, peran seorang mama sangatlah besar.
Pernah aku baca, sebuah catatan kecil (diary) yang pernah mama tuliskan tentang perjalanan hidupku. Dari aku dalam kandungan sembilan bulan, lahir hingga saat aku kecil.
Perjuangan mama sungguh luar biasa, tak bisa dibandingkan dengan materi sekalipun. Membacanya membuat ku sangat terharu, dia menuliskan secara rinci bagimana saat aku sakit, Mama terjaga sepanjang malam merawatku.
Pun saat aku kecil dan beranjak remaja, Mama senantiasa mengkuatirkan diriku. Bahkan saat ia berjalan-jalan dengan teman-temannya saja, Mama harus membawaku serta. Itu menandakan betapa besarnya rasa cinta dan kasih sayang mama pada diriku. Dari kecil mama selalu memberikan apa yang ku mau selagi dia bisa memberikannya.
Mama mengajarkanku untuk menjadi orang yang baik serta belajar dengan baik. Dikala aku sakit, aku selalu merasa tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi di saat itu mama selalu ada untuk merawat ku. Mama merawat ku dengan penuh kasih sayang, ia membangunkan ku untuk meminum obat, ia juga menyuapiku ketika aku terbaring lemah.
Aku masih ingat, saat aku kecil dan mama waktu itu masih bekerja, aku pernah merasa sedih.Karena ia tidak hadir di pentas saat aku TK. Teman-teman ku, Mamanya pada datang semua.Aku merasa sebel dan kesal. Maafkan aku Ma, mungkin dulu aku masih belum mengerti apa-apa.
Tapi seiring berjalannya waktu, rasa sebel dan kesalku jadi sirna menjadi sayang. Terbukti ketika Mama sudah mulai tidak bekerja, Mama selalu ada disaat aku butuhkan.
Beliau selalu menyiapkan aku dan kakakkubekal.Saatujian akhir (SD) mama selalu mendoakanku. Di sertiga malam ia selalu sholat tahajud serta berdoa dengan menyebut namaku dan kakak aku agar berhasil dari ujian yang kami lewati.
Tak hanya itu, Mama juga berpuasa demi keberhasilanku. Benar kata orang, doa ibu adalah doa yang paling mustajab. Karena doa mama, aku pun mendapatkan nila iyang kuinginkan.
Pun ketika aku ingin masuk kuliah, dimana saat itu aku merasa gagal karena ditolak dibeberapa universitas! Mama tidak pernah marah atas kegagalanku. Mama selalu menyemangatiku dan tetap mendoakan untuk keberhasilan ku.
Ia juga tidak lelah dan tetus menasihatiku agar aku tidak bersedih dan putus asa. Mama selaluberkata bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Setiap kegagalan akan membuatku lebih kuat dan lebih bijaksana.
Dengan dorongan dan kasih sayangnya, aku terus berusaha dan tidak menyerah. Aku menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar, memperbaiki kesalahan-kesalahanku, dan mempersiapkan diriku lebih baik untuk ujian berikutnya.
Setiap kali aku merasa putus asa, aku mengingat katakata mama dan semangatku kembali bangkit. Akhirnya, setelah usaha yang tidak kenal lelah, aku diterima di Politeknik Negeri Jakarta. Kegembiraanku tidak terkira, tetapi aku tahu bahwa kebahagiaan ini bukan hanya hasil kerja kerasku sendiri. Ini adalah hasil dari dukungan tanpa henti dan doa-doa mama yang selalu bersamaku.
Aku berterima kasih pada mama yang telah menjadi sumber inspirasiku. Tanpa dukungan nasihat dan doanya, mungkin aku tidak akan bisa sampai ke titik ini. Keberhasilanku adalah keberhasilan kami bersama.
Aku belajar bahwa dalam setiap langkah menuju impian, yang paling penting adalah tetap berusaha dan tidak pernah menyerah, serta selalu menghargai orang-orang yang selalu ada untuk kita.
Seperti orang tua pada umumnya, mama juga sering marah-marah. Mulai dari hal-hal kecil hingga yang besar. Beranjak dewasa, aku mulai mengerti alasan dia marah. Walau terkadang masih kesal, tetapi aku mencoba untuk memahaminya.
Aku menyadari bahwa kemarahan mama sebenarnya adalah bentuk kepeduliannya. Ia selalu ingin yang terbaik untukku, dan kadang-kadang, caranya mengekspresikan ke khawatirannya sering tidak diterima dinalar anak-anak.
Misalnya, ketika aku tidak menjaga kebersihan kamar ku atau pulang terlambat tanpa memberi kabar, mama marah karena ia khawatir akan kesehatanku dan keselamatanku. Saat itu, akuhanya melihat kemarahannya sebagai sesuatu yang mengganggu, tetapi sekarang aku tahubahwadibalikkemarahannya,ada cinta danperhatianyangbesar.
Sebagai seorang ibu, mama memiliki tanggung jawab yang besar untuk membesarkan danmendidikku. Tentu saja, itu bukan tugas yang mudah. Banyak tekanan dan tantangan yangharus dihadapinya setiap hari. Dengan segala tanggung jawab yang harus dipikulnya, tidak heran jika kadang-kadang ia merasa lelah dan marah.
Saat melihat Mama tertidur lelap, aku merasakan betapa capeknya Mama, aku mencoba untuk lebih peka terhadap perasaannya. Aku berusaha membantu meringankan beban mama dengan melakukan hal-hal kecil, seperti membantu pekerjaan rumah atau memastikan bahwa aku selalu memberinya kabar saat aku keluar rumah.
Walaupun tidak selalu mudah, aku belajar untuk melihat kemarahan mama dari perspektif yang berbeda. Aku belajar untuk tidak hanya fokus pada emosinya, tetapi juga memahami alasannya. Setiap kali mama marah, aku mencoba untuk mendengarkan dan memahami apa yang sebenarnya ia ingin sampaikan.
Kemarahan mama bukanlah tanda bahwa ia tidak mencintaiku. Sebaliknya, itu adalah salahsatu cara ia menunjukkan cintanya. Dengan memahami hal ini, aku merasa lebih bersyukur memiliki mama yang selalu peduli dan ingin yang terbaik untuk ku.
Aku tahu bahwa aku juga perlu belajar untuk bersabar dan memahami perasaannya, seperti ia yang selalu sabar dan mengerti perasaanku. Kami berdua saling belajar dan tumbuh bersama, dan aku percaya bahwa hubungan kami akan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Mama adalah pahlawan dalam hidupku, dan bagiku, ia adalah ibu terbaik di dunia. Aku akan selalu mencintainya dan berusaha memberikan yang terbaik untuknya, sama seperti yang selalu ia lakukan untukku. Terima kasih, Mama, atas segala cinta dan pengorbananmu. ( Gemma Ramadhina Zaneta)

