SHNet, Hannover-Sejak Presiden RI Joko Widodo bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz membuka Hannover Messe pada 16 April 2023, serta membuka Paviliun Indonesia dan melakukan Official Walkabout di Hannover Messe pada 17 April 2023, media massa di Jerman terpantau memuat banyak liputan mengenai Indonesia. Demikian informasi resmi dari KBRI Berlin, Rabu (18/04/2023).
Sedikitnya 40 media mainstream di Jerman pada tingkat kota, propinsi maupun nasional dan bahkan global seperti Deutsche Welle memberitakan bahwa undangan Indonesia kepada Jerman dan dunia untuk berinvestasi pada industri hilir di Indonesia merupakan upaya mewujudkan kemitraan yang lebih setara dalam berbagai sektor, khususnya electromobility.
Dalam kaitan ini, media menekankan pernyataan Presiden RI bahwa Indonesia terbuka terhadap investor dan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan negara lainnya, seperti bonus demografi dan ekonomi yang terjaga.
Dalam kaitan ini, media ekonomi kenamaan Handelsblatt membahas rencana perusahaan-perusaan besar seperti Volkswagen dan BASF untuk membangun ekosistem produksi baterai mobil elektrik di Indonesia dalam bentuk joint venture dengan perusahaan kenamaan seperti perusahaan pertambangan Vale dan Eramet, Ford maupun perusahaan-perusahaan dari Indonesia sendiri.
Media menilai positif pernyataan kesiapan Kanselir Jerman untuk mendorong selesainya negosiasi kesepakatan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa. Media juga meliput kegiatan pertemuan bilateral antara Presiden RI dan Kanselir Jerman, yang menunjukkan kedekatan hubungan kedua negara yang disertai komitmen untuk semakin mendorong kerja sama erat di berbagai bidang yang menjadi perhatian dan dilandasi dengan prinsip yang sama antara Indonesia dan Jerman, khususnya yang berkaitan dengan transisi energi dan ekonomi hijau.
Situs resmi Pemerintah Jerman bundesregierung.de bahkan menyebutkan bahwa Kanselir Jerman amat gembira dengan posisi Indonesia sebagai Partner Country Hannover Messe 2023, utamanya terkait dengan posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Lebih jauh, media Jerman menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3% pada tahun 2022, yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menjanjikan, dipadu dengan pasar yang besar dengan populasi terbesar keempat dunia dan ekosistem ekonomi digital yang terus bertumbuh.
Di samping itu, media nasional Jerman Tagesschau menyoroti bahwa saat ini harga untuk berbagai bahan baku yang banyak dimiliki Indonesia seperti nikel, batu bara, minyak sawit dan karet sedang mencatat rekor tertinggi. Namun demikian, Indonesia tidak mengambil jalan ekspor bahan baku, melainkan berkomitmen menciptakan added value dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu di Indonesia melalui hilirisasi industri.
Di samping liputan yang berkenaan dengan Hannover Messe, media Jerman juga meliput kunjungan Presiden RI ke kantor Walikota Hannover, yang menggarisbawahi penerimaan yang hangat terhadap Presiden RI di Jerman, termasuk dari warga dan diaspora Indonesia yang berada di Hannover dan sekitarnya.(sur)

