SHNet, Batu – Belajar sains, teknologi, kebencanaan, sejarah, dan budaya kini tak harus berlangsung di dalam kelas. Jawa Timur Park Group menghadirkan Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, Jawa Timur, dengan menggabungkan pengalaman wisata dan pembelajaran dalam satu destinasi.
Wahana edukasi baru tersebut resmi diperkenalkan dengan menghadirkan 1.640 alat peraga sains dan artefak budaya, terdiri atas 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya.
Launching Mega Science Center dan Budaya turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, kehadiran wahana ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam memperkuat pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).
“Harapan kita ini akan menjadi referensi terutama penguatan STEM, Science, Technology, Engineering and Mathematics. Di mana sesungguhnya Digital IT dan Artificial Intelligence itu menyatu dalam suasana di mana anak-anak bisa sambil belajar,” ujar Khofifah.
Menurutnya, fasilitas pembelajaran seperti Mega Science Center dan Budaya tidak mudah dan murah apabila harus disiapkan sendiri oleh setiap sekolah. Karena itu, kunjungan siswa ke destinasi edukasi semacam ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
“Ini ruang belajar yang luar biasa, yang tidak mudah dan tidak murah kalau harus disiapkan oleh unit-unit sekolah. Maka mengajak putra-putri didik ke sini menjadi bagian yang penting,” katanya.
Khofifah juga menilai pengenalan STEM dapat dilakukan sejak usia dini.
“Terutama dari anak-anak TK sudah dikenalkan, supaya mereka cinta STEM,” tambahnya.
Belajar Sains dengan Cara Interaktif
Mega Science Center dan Budaya dikembangkan bukan sekadar sebagai tempat untuk melihat koleksi. Pengunjung diajak mencoba, berinteraksi, mengamati, dan memahami berbagai fenomena ilmu pengetahuan sekaligus perjalanan budaya Indonesia.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi berbasis experience yang terus dilakukan Jawa Timur Park Group.
Salah satu area yang menarik adalah Zona Fisika. Di area ini, pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai prinsip dasar ilmu pengetahuan melalui alat peraga interaktif.
Beragam instalasi memperkenalkan konsep listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, gyroscope, hingga fenomena fisika yang berkaitan dengan tubuh dan kehidupan sehari-hari.
Dari bumi, perjalanan eksplorasi berlanjut ke Zona Antariksa. Pengunjung dapat menemukan berbagai instalasi seperti roket, Lunar Walk, videotron planet, Tesla Coil, hingga space suits yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan eksplorasi manusia di luar bumi.

Mengenal Fenomena Bencana
Pengalaman edukasi juga hadir melalui Zona Bencana Alam. Di zona ini, pengunjung dapat merasakan simulasi berbagai fenomena kebencanaan, mulai dari gempa, hurricane, Hormuz Storm Cinema, hingga First Twister.
Zona tersebut dirancang untuk memperkenalkan karakter dan dampak berbagai fenomena alam sekaligus meningkatkan pemahaman pengunjung mengenai kebencanaan melalui pengalaman langsung.
Sementara itu, perkembangan teknologi diperkenalkan melalui Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI).
Teknologi robotik dan AI dikemas secara interaktif melalui sejumlah wahana dan instalasi, seperti Brain Race Car, Jumping Grid, robot anjing GO2, Robot Dance, hingga robot humanoid G1.
Kekayaan Budaya Indonesia
Tidak hanya menghadirkan sains dan teknologi, Mega Science Center dan Budaya juga membawa pengunjung menyusuri perjalanan sejarah dan budaya Indonesia.
Sebanyak 1.023 artefak budaya menjadi bagian penting dari destinasi tersebut. Area Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam menghadirkan perjalanan yang mempertemukan pengetahuan, tradisi, sejarah, dan perkembangan peradaban.
Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan Mega Science Center dan Budaya dikembangkan sebagai ruang edukasi yang menyatukan berbagai bidang pengetahuan dalam satu destinasi.
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang besar bukan hanya secara fisik, tetapi juga besar dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung. Karena itu, kami menghadirkan 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya dalam satu kawasan, sehingga pengunjung memiliki ruang yang luas untuk mengeksplorasi berbagai hal,” ujar Rio.
Menurut Rio, penyatuan sains, teknologi, dan budaya merupakan bagian dari upaya Jawa Timur Park Group menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Kami melihat rasa ingin tahu sebagai awal dari proses belajar. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik, kemudian mencoba dan berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk. Mega Science Center dan Budaya kami kembangkan dengan semangat tersebut,” lanjutnya.
Menariknya, pengalaman pengunjung tidak hanya berupa eksplorasi koleksi dan alat peraga. Mega Science Center dan Budaya juga dilengkapi berbagai aktivitas serta pertunjukan yang memadukan edukasi, seni, dan kreativitas.
Sejumlah program yang tersedia antara lain Workshop Wayang Suket, Workshop Wayang Kardus, Show Potehi, Workshop Terakota, Show Srimulat, serta Keris Dance.
Perpaduan tersebut membuat perjalanan pengunjung menjadi lebih beragam. Mulai dari mempelajari konsep dasar fisika, menjelajah antariksa, mengenal fenomena kebencanaan, melihat perkembangan robotik dan AI, hingga menyusuri sejarah dan budaya Indonesia.
Kehadiran Mega Science Center dan Budaya sekaligus memperkuat karakter Jawa Timur Park Group yang memadukan unsur rekreasi dan edukasi dalam satu pengalaman wisata. (Stevani Elisabeth)

