21 July 2026
HomeBeritaMengurangi Kantong Plastik Lewat Pendekatan Keagamaan

Mengurangi Kantong Plastik Lewat Pendekatan Keagamaan

SHNet, Jakarta- Sampah dari plastik dari beragam jenis  jadi persoalan sangat serius, sebab sulit dan lama terurai sehingga  merusak lingkungan . Upaya pengurangan sampah plastik harus terus dilakukan dan salah satu strategi yang cukup ampuh adalah dengan pendekatan keagamaan, khususnya untuk mengurangi  plastik kresek yang biasa digunakan di pasar-pasar tradisional.

“Pasar tradisional merupakan titik penting mengingat di sana ada komunikasi dan hubungan erat antara pedagang dan pembeli. Semangat gotong royong juga tumbuh. Jai dengan pendekatan keagamaan yang sudah lama kita lakukan, hasilnya positif,” ujar Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana) Pimpinan Pusat  Aisyiah, Hening Parlan, menjawab pertanyaan media, Selasa (29/11/2022).

Hening menjadi salah satu pembicara pada diskusi bertema “Pembelajaran pasar bebas plastik melalui pendekatan keagamaan” di Hotel Haris, FX Sudirman , Selasa  bersama Insight and Engagement Officer Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Zakiyus Shadicky Sipisang, dan Plt Kepala Divisi Kerja sama Bisnis dan Komersial, Perumda PD Psar Jaya, Lasma Pujiarti Saragih . Acara yang dimoderatori Rima Demensah dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dihadiri pegiat lingkungan, pengurus dan anggota Aisyiyah, pimpinan dan staf Perumda PD Psar Jaya, dan media.

Menjawab pertanyaan, Hening menjelaskan, sebenarnya strategi pendekatan keaagamaan untuk mengurangi kantong plastik ini sudah lama. Sebelum aksi dilakukan, telah lama disosialisasikan dalam bentuk diskusi, rapat, dan beragam kegiatan khususnya di PP Aisyiyah. “Kita menjelaskan bahwa Islam agama yang sangat menjaga kebersihan dan melindungi mahluk hidup. Sejumlah ayat tentanglingkungan hidup pun kita gali dan diskusikan. Kita tegaskan,jika kita membiarkan kerusakan berarti kita tidak melaksanakan ajaran agama,” tandas Hening.

Apa yang dipaparkan Hening  berkolerasi dengan rangkaian program dari Gerakan Diet Plastik. Insight and Engagement Officer Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Zakiyus Shadicky Sipisang menjelaskan panjang lebar latar belakang dan capaian yang diraih dari aksi sejak 2019 khususnya di Pasar Tradisional Tebet Barat, Jakarta Selatan yang menjadi percontohan untuk pengurangan kantong plastik.

Pendekatan keagamaan dilakukan terutama ketika terjun untuk melakukan survei Untuk mengukur perkembangan keberhasilan program pengurangan kantong plastik.Pengambilandata survei sebanyak dua kali, yaitu (i) Baseline, dan (ii) Endline, yang ditujukan kepadapedagang di Pasar Tebet Barat, Jakarta. Pengambilan data Baseline dilaksanakan pada 20 Juli – 11 Agustus 2022, sedangkan Endline pada 7 -21 November 2022.

Zakiyus mengungkan hasilnya yakni  pertama, secara umum, hasil analisis least-squares menunjukkan terjadinya penurunan pada jumlah kios yang menggunakan kantong plastiksejak Desember 2019 (sebelum project) hingga Januari 2021, dengan nilai penurunan sebesar 57,37% berdasarkan model ini.

Kedua, seiring dengan itu, analisis ini juga menunjukkan bahwa jumlah konsumen yang membawa kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) meningkat sepanjang pengukuran program secara signifikan sebesar 158,91%.

Pengurana kantong plastik dengan pendekatan keagamaan ini. Cara yang dilaukan adalah dengan membahasnya dalam forum focus group discussin atau FGD.  Dari hasil diskusi FGD ini terungkap Perlu adanya jadwal rutin pengelola pasar atau dibantu pengamanan untuk mengingatkan konsumen di sekitar area atau pintu pasar.

“Perlu mengganti penggunaan wadah sekali pakai dengan material yang lebih ramah lingkungan, seperti kertas bekas, dedaunan (daun jati, daun pisang, dan lainnya) ataupun memanfaatkan kain perca atau kain sisa jahitan yang dapat dimanfaatkan oleh tukang jahit di Pasar Tebet Barat,”katanya.

Kolaborasi Pendekatan

Dia melanjutkan, untuk hasil yang maksimal ke depan, perlu  melibatkan DKM lebih intens dengan pendekatan keagamaan, ditambah kolaborasi dengan pendekatan kesehatan. Kemudian memperluas stakeholders yang dilibatkan dalam kampanye pengurangan plastik sekali pakai di pasar tradisional, seperti kelurahan, sekolah sekitar pasar tradisional, dan lainnya.

FGD ini juga menyarankan  Pemerintah secara konsisten dan komitmen memberikan sosialisasi yang terus menerus ke pasar-pasar, menambah fasilitas dropbox di beberapa titik di Pasar Tebet Barat.

Pembicara ketiga, Kepala DivD Pasar Jisi Kerja sama Bisnis dan Komersial, Perumda PD Psar Jaya, Lasma Pujiarti Saragih menjelaskan langkah dan upaya yang telah dan akan dilakukan Perumda PD Pasar Jaya. Dikemukakan, pengurangan plastik sekali pakai melalui gerakan pasar bebas plastik yang sudah dilakukan  Perumda Pasar Jayaantara lain membuat surat edaran kepada seluruh kepala pasar terkait Pergub untuk dapat mensosialisasikannya di lingkungan pasar.

“Kita telah menerbitkan Peraturan Direksi yang merupakan turunan dari Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 agar dapat diimplementasikan di lingkungan pasar. Juga melakukan  monitoring dan evaluasi kepada seluruh kepala pasar dengan mengadakan pertemuan per area pada tanggal 18 s/d 26 Juli 2022,” ujar Lasma.

Lasma juga mengungkakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan  pengunjung/pembeli melalui media cetak berbentuk spanduk dan penyampaian himbauan penggunaan kantong belanja ramah  lingkungan melalui carcall di beberapa pasar yang memiliki fasilitas carcall. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU