12 May 2026
HomeBeritaPariwisataMenpar Widiyanti Pastikan Raja Ampat Siap Hadapi Revalidasi UNESCO

Menpar Widiyanti Pastikan Raja Ampat Siap Hadapi Revalidasi UNESCO

SHNet, Raja Ampat– Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melanjutkan rangkaian kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dengan meninjau penguatan tata kelola destinasi pariwisata kelas dunia serta kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat.

Raja Ampat dijadwalkan menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026. Proses tersebut merupakan penilaian menyeluruh untuk menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark yang disandang Raja Ampat.

Saat meninjau Geosite Piaynemo, Selasa (12/5/2026), Menpar Widiyanti menegaskan status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kawasan.

“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” kata Menpar Widiyanti.

Menpar menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenpar)

Dalam kunjungan tersebut, Menpar juga meninjau Desa Wisata Arborek yang meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Desa Arborek dinilai menjadi contoh pengembangan ekowisata yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan pelestarian budaya dan ekosistem laut.

“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” kata Menpar.

Menutup rangkaian kunjungan di Pulau Kri, Distrik Meos Mansar, Menpar Widiyanti meninjau program konservasi hiu di Sorido Bay Resort. Dalam kesempatan tersebut, Menpar memberikan nama “Putri” kepada salah satu telur hiu zebra yang sedang dalam masa inkubasi dan akan segera menetas.

Pemberian nama tersebut menjadi simbol harapan akan terus tumbuhnya kehidupan laut yang lestari di perairan Raja Ampat sekaligus memperkuat pesan pentingnya konservasi ekosistem laut bagi generasi mendatang.

Menpar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama dalam menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia.

“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” kata Menpar.

Turut mendampingi Menpar dalam kunjungan tersebut antara lain Adyatama Ahli Utama Bidang Industri dan Investasi Rizki Handayani; Adyatama Ahli Utama Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media Apni Jaya Putra; Staf Khusus Menteri Bidang Kajian Strategis Ines Lius; serta Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Dwi Marhen Yono. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU