27 January 2022
HomeBeritaNasib Perempuan dan Anak-Anak Pengungsi Terlantar 8 tahun di Indonesia

Nasib Perempuan dan Anak-Anak Pengungsi Terlantar 8 tahun di Indonesia

 

 

SHNet, Jakarta – Senin Pagi pukul 09.00 WIB, Perempuan dan anak-anak pengungsi dan pencari suaka asal Afghanistan, Palestina, dan Iran berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Kebon Sirih, Jakarta, (15/11/21). Aksi ini bukan pertama kali mereka lakukan, telah puluhan kali namun mereka tetap saja kembali pulang tanpa kepastian dari pejabat UNHCR. Mereka mendesak pihak UNHCR dapat mempercepat proses relokasi karena pengunjuk rasa telah tinggal di Indonesia selama 8-10 tahun tanpa kejelasan nasib.

Rana (16) pengungsi asal Afghanistan melakukan orasi dihadapan ratusan pengungsi lainnya. Pelajar di sekolah SMP Islam Rohama Ciputat ini masih merasa bersyukur karena dapat menuntut ilmu di sekolah Indonesia meskipun dia tidak akan mendapatkan ijazah karena statusnya sebagai pengungsi.

“Ayah saya pergi meninggalkan kami, adik perempuan saya jantungnya bocor, dan ibu saya sudah bertahun-tahun minum obat untuk penyakit depresinya. Kami sudah 8 tahun hidup tanpa kejelasan.” ujar Rana.

Sore itu, pukul 5 sore mereka harus membubarkan diri. Namun, pengunjuk rasa masih belum mendapatkan jawaban dari pihak UNHCR dan mereka memilih tetap bertahan dengan tidur di depan kantor UNHCR tanpa tenda yang melindungi mereka dari dinginnya malam dan ganasnya gigitan nyamuk. (Muniroh)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU