12 May 2026
HomeBeritaEkonomiNeraca Perdagangan Indonesia - Venezuela Naik 863 Persen

Neraca Perdagangan Indonesia – Venezuela Naik 863 Persen

SHNet, Caracas– Mengawali tahun 2022, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia di Caracas, Imam Edy Mulyono, menyampaikan capaian KBRI Caracas dalam setahun terakhir. Walaupun pandemi COVID-19 masih menjadi tantangan selama tahun 2021, capaian kinerja KBRI Caracas meningkat dari 92,65% menjadi 96,39%.

Sebagai informasi, selain Venezuela, Dubes Imam juga merangkap sebagai Dubes non-residen untuk 5 negara kepulauan di Karibia, yakni Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, Grenada, Persemakmuran Dominika, serta Trinidad dan Tobago.

Terkait ekonomi, Dubes Imam  dalam keteranga tertulis KBRI Caracas, Selasa (18/1/2022) menjelaskan bahwa ekspor Indonesia ke Venezuela meningkat sampai dengan 42,9% dibandingkan tahun lalu, sehingga membuat neraca perdagangan Indonesia dengan Venezuela meningkat sampai dengan 863%, mengingat kenaikan ekspor tidak diimbangi dengan kenaikan impor dari Venezuela.

Selain itu, disampaikan juga bahwa perekonomian Venezuela saat ini mulai membaik. Redenominasi mata uang Bolivares per 1 Oktober 2021 dengan menghapuskan enam angka 0 dianggap berhasil menahan laju hiperinflasi di Venezuela. “Venezuela juga telah mulai terbuka terhadap investasi dan perdagangan luar negeri”, ujar Dubes Imam. Hal tersebut pun menjadi peluang bagi peningkatan hubungan ekonomi dengan Indonesia.

KBRI Caracas pun terus memperluas jejaring antara pelaku usaha Indonesia dan Venezuela. Sebagai salah satu dari hasil diplomasi ekonomi KBRI Caracas, Kamar Dagang Venezuela atau Camara Empresarial de Venezuela (CAEMVE) telah menandatangani Letter of Intent untuk bergabung ke dalam Indonesia-Latin America & the Carribbean (INA-LAC) Business Network.

Dubes Imam juga mengungkapkan bahwa perpecahan politik di Venezuela antara Pemerintah dan Oposisi saat ini mulai menemui titik terang, “sejak Agustus sampai dengan September 2021 telah diadakan 3 putaran dialog yang antara lain menyepakati pelaksanaan Pilkada serentak pada 21 November 2021”.

Sebagai negara sahabat, Indonesia yang diwakili oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun mendapat kepercayaan untuk berperan sebagai pemantau dalam Pilkada dimaksud.

“Capaian lain di bidang politik adalah kesepakatan konsultasi politik RI-Venezuela yang ditandatangani oleh Menlu kedua negara”, jelas Dubes Imam. Kesepakatan tersebut akan menjadi dasar bagi peningkatan kerja sama pada bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama dan saling menguntungkan.

Ketua ASEAN Committee in Caracas

Dalam konteks regional, Dubes Imam mengemban tugas sebagai Ketua ASEAN Committee in Caracas (ACC).  dan mendapat kepercayaan untuk menjadi wakil perwakilan negara-negara ASEAN pada Hari ASEAN di Venezuela ke-4. Pada kesempatan tersebut, KBRI Caracas memamerkan aneka produk Indonesia yang menarik minat pengusaha Venezuela pada berbagai sektor.

Sesuai dengan prioritas diplomasi Indonesia, khususnya pada masa pandemi COVID-19, KBRI Caracas juga meningkatkan upaya pelindungan WNI. Sebagian besar WNI yang berada di wilayah kerja KBRI Caracas berada di Trinidad dan Tobago dan berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) perikanan.

Selama masa pandemi, KBRI Caracas telah membantu proses repatriasi, maupun evakuasi bagi lebih dari 40 ABK WNI. Di samping itu, KBRI Caracas juga menyalurkan bantuan logistik dari Pemerintah Indonesia berupa bahan pokok dan kebutuhan lainnya untuk penanganan COVID-19 kepada WNI di wilayah kerja KBRI Caracas.

Terkait COVID-19, Pemerintah Venezuela telah merencanakan pemberian vaksin booster COVID-19 pada akhir Januari 2022 dan memberlakukan pengetatan pembatasan mobilitas dengan tetap memerhatikan perkembangan ekonomi. “Saya berharap situasi pandemi semakin terkendali di tahun 2022 ini, sehingga pelaksanaan diplomasi dalam berbagai bidang dapat berjalan lebih efektif”, tegas Dubes Imam.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU