19 April 2026
HomeBeritaPameran Lukisan "Blending Souls" : Indonesia-Thailand Rayakan Seni sebagai Media Diplomasi

Pameran Lukisan “Blending Souls” : Indonesia-Thailand Rayakan Seni sebagai Media Diplomasi

SHNet, Bangkok-Dalam rangka selebrasi kekayaan budaya dan seni lukis Indonesia dan Thailand, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok kembali mempersembahkan Pameran Lukisan Indonesia-Thailand bertajuk Blending Souls, yang akan diselenggarakan di Galeri Nasional Thailand, Bangkok, mulai 4 hingga 30 Oktober 2024.Demikian rilis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok, akhir pekan ini.

Melanjutkan kesuksesan pameran-pameran sebelumnya seperti Bridge of Color (2022) dan Blossoming Curiosity (2023), pameran Blending Souls menegaskan kembali kekuatan seni lukis sebagai bahasa universal yang mampu mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Thailand. Pameran ini mengangkat tema “perpaduan rasa jiwa” yang dihadirkan melalui beragam gaya seni yang merefleksikan hubungan budaya kedua negara.

Pameran lukisan kali ini akan menampilkan karya-karya dari 24 seniman—14 seniman Indonesia dan 10 seniman Thailand—yang mengeksplorasi berbagai topik, mulai dari simbol-simbol budaya hingga refleksi pribadi mengenai diplomasi. Di antara seniman Indonesia yang berpartisipasi adalah Camelia Mitasari Hasibuan, Edi Sunaryo, Erica Hestu Wahyuni, Galuh Tajimalela, Heri Dono, I Made Ruta, Ketut Muka Pendet, Made Toris Mahendra, Ni Nyoman Sani, Prajna Dewantara Wirata, Putu Sutawijaya, Rendra Santana, Sugeng Pramuji Hidayat, dan Wayan Kun Adnyana. Mereka akan bergabung dengan seniman-seniman terkemuka dari Thailand, seperti Banlu Wiriyapornprapas, Chalermsak Radanachan, Kriengkrai Kulphun, Panupong Kongyen, Pannaphan Yodmanee, Phunsee Srisuphar, Pongpan Chantanamattha, Sompote Singthong, Somsak Chowtadapong, dan Suchart Vongthong.

Sebagai sentuhan pengayaan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Dubes Rachmat Budiman, juga akan mempersembahkan karya lukisnya yang mencerminkan diplomasi budaya antara Indonesia dan Thailand.

Pameran ini juga didukung oleh dua kurator ternama Indonesia, yaitu Agus Dermawan T. dan Mikke Susanto, dan seorang kurator Thailand, Ass. Prof. Dr. Padhung Prommoon.

Made Toris Ancient Legacy #01, 170 x 125 Cm, Mixed Media on Canvas

Diplomasi melalui Seni

Melalui lensa kreatif para seniman berbakat ini, pameran Blending Souls menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya terbatas pada jalur formal, tetapi dapat diungkapkan dengan indah melalui seni. Karya-karya yang dipamerkan akan mengajak para pengunjung untuk lebih memahami hubungan budaya, sosial, dan lingkungan yang mengikat Indonesia dan Thailand.

Kami mengundang para pecinta seni, diplomat budaya, serta masyarakat umum untuk menikmati perjalanan artistik , di mana Blending Souls menjadi jembatan pemahaman antara kedua bangsa.

Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Trade, Tourism, Investment, and Culture Forum (TTICF), sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan mitra globalnya melalui perdagangan, investasi, serta kolaborasi budaya.

Blending Souls akan menjadi penutup dari rangkaian acara TTICF 2024, yang mencakup Indonesia Fair di Central World pada 6-8 September 2024, Business Forum di Hotel Kempinski pada 13 September 2024, serta Indonesian Cultural Night di Ganesha Theatre pada 15 September 2024.(sur)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU