5 December 2025
HomeBeritaPengelolaan DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan Perlu Dukungan Pentahelix

Pengelolaan DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan Perlu Dukungan Pentahelix

Jakarta-Berdasarkan studi yang dilakukan, lebih dari 90% kawasan daerah aliran sungai (DAS) Rejoso yang berada di Kabupaten Pasuruan sedang berada dalam kondisi kritis akibat penggunaan lahan dan air yang tidak berkelanjutan.  Padahal, dengan luas 62,851 hektare, DAS Rejoso ini merupakan salah satu sumber air penting di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.  Apalagi lebih dari 1,5 juta orang tinggal di sekitar DAS Rejoso ini. Sementara lebih dari 4 juta penduduk di kota dan kabupaten sekitarnya (Surabaya, Pasuruan, Gresik, dan Sidoarjo) bergantung pada sumber daya air yang terdapat di DAS Rejoso sebagai sumber air utama.  Karenanya, sangat diperlukan dukungan secara pentahelix untuk bisa mengatasinya.

Demikian benang merah hasil lokakarya  “Pengelolaan DAS Terpadu di Wilayah Kabupaten Pasuruan melalui Investasi Bersama Sumber Daya Air” yang diadakan di Hotel JS Luwansa, Kamis (25/8).  Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, yang diwakili Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam, Mochamad Saleh Nugrahadi, menyampaikan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, tidak hanya untuk alam tapi juga untuk menjamin keberlangsungan bisnis pengusahaan sumber daya alam. “Karenanya, pimpinan kami menyambut baik dan sangat mendukung terhadap digagasnya lokakarya ini. Karena sebetulnya, ketika kita menjaga lingkungan, itu berarti juga berinvestasi terhadap keberlangsungan hidup kita di masa mendatang,” ujarnya.

Namun, katanya, pengelolaan DAS itu dan konservasi sumber daya alam itu tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah saja, tapi perlu keterlibatan aktif dan investasi seluruh pemangku kepentingan, utamanya masyarakat dan pengusaha yang memanfaatkan sumber daya air tersebut. “Jadi, kita berharap dengan adanya lokakarya ini, revitalisasi DAS Rejoso ini bisa didukung semua pihak, baik pemerintah dan swasta. Kami sadar bahwa kemampuan pemerintah terbatas. Jadi kalau tidak digaungkan bersama private sector dan berbagai pihak,” katanya.

Dia juga mengapresiasi Danone-AQUA dalam keikutsertaannya mengatasi persoalan di DAS Rejoso, Pasuruan ini. Diharapkan, langkah Danone ini bisa dijadikan contoh bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam pengelolaan konservasi di DAS Rejoso ini. “Partisipasi Danone bagus dan bisa dijadikan contoh,” ucapnya.

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, yang diwakili oleh Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor, Erik Teguh Primiantoro, juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya pelestarian DAS Rejoso. “Kita perlu membangun pemikiran bahwa menjaga air tetap lestari sama dengan menjaga diri sendiri. Ini berlaku bagi semua pengguna air, masyarakat umum dan khususnya pihak industri,” tukasnya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, Rachmat Syarifuddin, berharap dengan terbentuknya Forum DAS Kabupaten Pasuruan yang bergerak di tengah keterbatasan sumber daya, pengelolaan pemanfaatan daerah sungai dapat dijalankan dengan prinsip-prinsip keadilan dan kemaslahatan seperti skema pembayaran jasa lingkungan yang dilaksanakan di DAS Rejoso.

Peneliti Senior dari Universitas Gajah Mada, Heru Hendrayana, dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan penerapan skema imbal jasa lingkungan DAS Rejoso secara scientifik dan akademik sudah terukur dan harus dilanjutkan. “Tetapi, untuk bisa berlanjut, hal ini perlu masuk ke dalam program pemerintah yang akan menjamin keberlanjutan,” ujarnya.

Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Kabupaten Pasuruan sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, mengatakan peran serta pihak swasta dalam konservasi lingkungan lewat pembayaran jasa lingkungan hidup bisa membantu menaikkan taraf hidup para petani.

Senior Expert Landscape Governance and Investment, ICRAF Indonesia Program, Beria Leimona mengutarakan salah satu tantangan dalam pemcarian solusi untuk mengatasi DAS Rejoso ini adalah saat menanam pohon untuk rehabilitasi. Terkadang, katanya, pekerjaan untuk menanam pohon itu tidak dilakukan secara strategis sehingga pohon ditanam tapi di tempat yang salah. “Yang benar itu adalah menanam pohon di daerah yang memang merupakan tangkapan air di dalam satu DAS. Ini perlum penelitian yang komprehensif ,” katanya.

Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan  keterlibatan Danone-AQUA dalam pengelolaan DAS Rejoso ini adalah karena ingin menjadi bagian dari solusi terhadapi tantangan terkait pengelolaan DAS  dan keberlanjutan air. “Kita ingin menjadi bagian dari solusi DAS itu,” ungkapnya.

“Bayangkan, DAS Rejoso yang sedemikian luar biasa dengan SDA-nya, tapi kalau dibiarkan saja maka ada potensi kekurangan SDA. Itu kan sesuatu yang membuat kita tergugah  dan sebagai bagian dari DAS itu, kita harus melakukan sesuatu. Nah, itu komitmen dari kami,” katanya.

Tapi, kata Karyanto, pengelolaan terhadap DAS Rejoso ini harus dilakukan secara agar hasilnya signifikan. “Jadi, dalam hal ini kita ingin mengajak juga private sector yang lain untuk bersama-sama kita mendukung program ini, dan menjadi solusi dari masalah ini dengan memberikan masukan sesuai kemampuan kita. Kalau kita ada di pentahelix, di mana masing-masing punya keahlian dan sumber daya yang bisa dikontribusikan,” tukasnya.

Dia berharap gerakan pengelolaan DAS Rejoso ini bisa berjalan dengan baik dengan terus berkembang, sehingga bisa menjadi model yang terbaik di Indonesia. “Semoga ini bisa menjadi contoh termasuk kolaborasi dari industri sebagai model berkelanjutan. Kita berharap ini bisa menjadi inspirasi kepada industri  lain dan publik bahwa mengelola SDA bisa dilakukan dengan terukur dan bisa divalidasi oleh lembaga riset yang kredibel, sehingga kita mempunyai target yang jelas,” katanya.  (cls)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU