17 August 2026
HomeBeritaPeringatan Hari Kemerdekaan RI ke 81 di Lapangan ITARU Cilandak, Sorot Isu...

Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 81 di Lapangan ITARU Cilandak, Sorot Isu Lingkungan, LLDikti III Targetkan Kampus Jakarta Bebas Sampah

SHNEt,Jakarta– Memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui penghormatan kepada sejarah bangsa, tetapi juga melalui aksi nyata bagi masa depan Indonesia. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Ramah Tamah Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III usai pelaksanaan upacara bendera di Lapangan Institut Tarumanagara (ITARU), Jakarta Selatan, Senin (17/08/2026).

Acara yang turut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Badri Munir Sukoco  ini mengangkat isu pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai komitmen bersama perguruan tinggi dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Isu pengelolaan sampah kini menjadi salah satu tantangan besar Indonesia. Pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, dan urbanisasi menyebabkan volume sampah terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah pun tengah mendorong percepatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan dunia pendidikan.

Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, sekaligus agen perubahan yang mampu membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Suasana Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III di Lapangan Institut Tarumanagara (ITARU), Jakarta Selatan, Senin (17/08/2026)

Pada kesempatan ini, LLDikti Wilayah III mengajak seluruh perguruan tinggi di Jakarta untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya akademik. Pendidikan diarahkan untuk membangun kesadaran ekologis mahasiswa, penelitian difokuskan pada inovasi teknologi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, sementara pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang penerapan berbagai solusi yang lahir dari kampus.

“Kami sedang menyiapkan Konsorsium Sampah, di mana nanti setiap perguruan tinggi didorong untuk memiliki pusat pengelolaan sampah melalui penerapan riset dan inovasi guna mengatasi persoalan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Terlebih, hal ini memang tengah menjadi perhatian pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Target kami tahun depan kampus di Jakarta akan bebas sampah,” jelas Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Tambunan.

Bagi LLDikti Wilayah III, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam membangun gaya hidup berkelanjutan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat, mulai dari lingkungan kampus hingga komunitas tempat mereka tinggal.

Gerakan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi sampah makanan, memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai, hingga mengembangkan inovasi pengolahan sampah memiliki dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak. Diharapkan, ke depan perguruan tinggi dapat berperan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan menggerakkan aksi kolektif dalam pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU