SHNet, Jakarta -Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memprediksi pergerakan penumpang pesawat selama periode Lebaran 2025 mencapai 10,8 juta orang.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menjelaskan jumlah tersebut naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya di mana tercatat jumlah penumpang sebanyak 9,9 juta orang.
“Kita ada tumbuh 9 persen ke 10,8 juta penumpang di tahun ini untuk estimasi lonjakannya,” ujar Maya dalam Media Gathering & Iftar Session, di Sarinah, Jakarta, Senin (17/03/2025).
Maya juga memastikan bahwa angkutan lebaran tahun ini akan berjalan lancar dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan.
Menurutnya, InJourney mengelola 37 bandara di seluruh Indonesia yang akan beroperasi 24 jam penuh selama musim mudik lebaran.
“Kami memiliki 37 bandara di seluruh Indonesia, pastinya akan beroperasi 24 jam selama angkutan lebaran,” ujarnya.

InJourney melalui anak usahanya, InJourney Airports selaku pengelola 37 bandara di Indonesia, terus melakukan transformasi melalui langkah-langkah strategis yang dilakukan secara fundamental. Transformasi dilakukan secara fundamental dengan prinsip premises, process, dan people. Sebagai pilot project, transformasi ini dimulai dari 2 bandara besar yang dikelola oleh InJourney Airports yakni Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Transformasi ini menjadikan bandara-bandara di bawah pengelolaan InJourney Group jadi lebih sehat dan profitable dengan peningkatan pelayanan, transformasi bisnis, serta memperkuat kualitas operasional.
Menjelang Hari Raya lebaran, transformasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta juga terus berlanjut. Setelah sebelumnya melakukan banyak perubahan di Terminal 3, kini Terminal 2F juga telah direvitalisasi dan mulai dioperasikan untuk melayani penerbangan bagi penumpang yang ingin melakukan ibadah umrah.
Terminal ini memiliki luas area sekitar hampir 44 ribu m2 dengan kapasitas 12 juta penumpang per tahun. Sehingga dengan kapasitas yang lebih luas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pengantar jamaah umrah. Selain terminal 2F, optimasi kapasitas bandara juga dimaksimalkan di Terminal 1B yang sebelumnya memiliki kapasitas 3 juta penumpang per tahun, diproyeksikan melayani hingga 7,7 juta penumpang per tahun. (Stevani Elisabeth)

