Catatan M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
PORTUGAL, meski tidak tampil maksimal, akhirnya tetap melaju ke babak perempat final, setelah menang 2-1 atas Kroasia. Di perempat final, negeri yang sepanjang sejarah selalu bersaing untuk mencari tanah baru di dunia itu, Spanyol akan saling bertemu di lapangan.
Laga yang dimainkan di Stadion Toronto, Kanada itu, dihiasi dengan tiga gol yang dianulir wasit, Esoen Eskas asal Norwegia. Gol balasan Portugal yang dicetak mega bintang Ronaldo, menit 60, dianulir karena off side. Lalu, dua gol Kroasia juga dianulir masing-masing dicetak Peter Sucic menit 79.53 dan Josko Gvardiol menit ke-104.06 injury time juga dibatalkan wasit.
Ketiga gol tersebut setelah direchek dengan VAR, ternyata para pemain itu, Ronaldo dan Sucic berada lebih depan dari pemain akhir lawan. Sementara gol Josko, terjadi penelitian yang dalam sebelum akhirnya dibatalkan.
Josko tidak berada dalam posisi off side, tapi Igor Matanovic, yang memberi umpan memang selangkah lebih di depan. Tidak hanya itu, VAR juga mengulang beberapa kali sebelum bola tiba di kaki Igor, ada drama bola lambung yang diperebutkan. Kalau saja bola menyentuh pemain Portugal dan tiba di kaki Igor, itu pasti tidak off side meski ia selangkah di depan pemain terakhir. Setelah sekitar 6 menit, gol resmi dibatalkan.
Dapat Rp 270 Miliar
Meski gagal melanjut ke 16 besar alias perempat final, timnas Kroasia berhak menerima 11-15 juta USD alias sekitar Rp 129 miliar hingga Rp 270 miliar. Perolehan yang sama juga diterima Jerman, Belanda, dan negara-negara yang berhenti langkahnya di babak gugur pettama ini.
Sementara negara-negara yang terhenti di perempat final akan menerima antara Rp 302- Rp 350 miliar. Para semifinalis memperoleh Rp 400 miliaran, lalu runner up mengantongi Rp 525- Rp 600 miliar, dan juara akan mengantongi Rp 795- Rp 850 miliar selain trophy piala dunia.
Tidak berhenti di situ, peserta yang gugur di babak grup juga akan menerima Rp 27 miliar untuk persiapan dan Rp 180 miliar sebagai negara partisipan. FIFA sendiri mengucurkan seluruh dana untuk hadiah dan penyelenggaraan sebesar Rp 15 triliun. FIFA memperoleh pemasukan dari iklan dan hak siar sebesar Rp 300 triliun.
Luar biasa, Gianni Infantino, Presiden FIFA sungguh telah berhasil mengubah Piala Dunia 2026 dari sekedar laga sepakbola menjadi bisnis murni yang sangat menguntungkan.

