Polandia menjadi Tujuan Utama para Pengungsi Ukraina
SHNet,Warsawa-Hingga hari ke-17 paska serangan militer Rusia ke Ukraina khususnya Kota Kiev dan kawasan Timur Ukraina, para pengungsi terus mengalir ke wilayah perbatasan. Dalam twitter Border Guards atau Unit Khusus di Perbatasan Polandia, disebutkan sejak tanggal 24 Februari 2022 (hari pertama serbuan militer Rusia ke wilayah Ukraina) hingga tanggal 11 Maret 2022 tercatat telah terdapat 1,59 juta manusia yang melintasi dari wilayah Ukraina ke Polandia dan mayoritas dari mereka adalah warga negara Ukraina yang memilih Polandia sebagai tempat pengungsian sementara.
Hal itu dikemukakan Minister Counsellor Ekonomi pada KBRI Warsawa, Polandia, Taufiq Lamsuhur dalam keterangan tertulis yang diterima SHnet, Minggu (13/3/2022)
Taufiq mengungkapkan, Polandia membuka secara khusus 8 titik lintas batas, masing-masing 4 titik di Propinsi lubeskie (Dorohusk Dolhosbyczow, Zosin, Hrebenne) dan 4 titik di Propinsi Podkarpackie (Korczowa, Medyka, Budmierz dan Kroscienko). Disamping itu, juga terdapat 2 titik perbatasan yang dapat dlewati oleh Kereta Api, yakni Przemysl dan Chlem.
Sementara itu, publikasi IOM pada tanggal 7 Maret 2022 menyebutkan bahwa distribusi para pengungsi Ukraina di negara-negara sekitar Ukraina adalah: Polandia (1.067.000 orang), Maldova (267.084), Rumania (154.660), Slowakia (126.850) dan Belarusia (956). Muncul pertanyaan kenapa Polandia menjadi tujuan utama para pengungsi Ukraina atau expatriate yang mencari tempat aman?
Dalam penjelasannya, Taufiq menuliskan, terdapat sejumlah jawaban praktis yang dapat dimunculkan untuk menjawab pertanyaan ini.
Pertama, Polandia adalah negara pertama yang memberikan komitmen dukungan atas Ukraina sebelum dan paska adanya serang militer. Bahkan 3 hari sebelum adanya serangan, Kemlu Polandia telah menyampaikan antisipasi memburuknya situasi konflik antara Rusia dan Ukraian kepada seluruh perwakilan diplomatik yang ada di Polandia. Wamenlu Marcin Przydacz sendiri memimpin briefing singkat ini dan menyebutkan adanya perlakukan khusus bagi para pelintas batas (terutama kemudahan atau kelonggaran protokol kesehatan/Covid-19), masa tinggal sementara di Polandia maksimal selama 15 hari (tanpa perlu visa).
Kedua, jalur dari wilayah Kiev ke arah barat (baca Polandia) jauh lebih aman dan juga lebih baik dibandingkan jalur ke arah bawah (Maldova) meskipun jarak tempuh ke arah Barat (Lublin atau Rzeszow) lebih jauh (dalam keadaan normal dapat ditempuh 8-9 jam dari Kota Kiev. Sementara ke daerah perbatasan Maldova-Ukraina, hanya sekitar 6 jam perjalanan darat).
Ketiga, psikologis rasa aman, apabila masuk atau mengungsi ke wilayah Polandia karena adanya pasukan NATO/AS di wilayah Polandia. Sebagai konsekuensi dari keanggotaan Polandia dalam Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), maka Polandia mendapatkan tambahan personil dan peralatan militer khusus dari NATO yang secara tidak langsung memberikan rasa aman bagi para pengungsi karena dinilai Rusia tidak mungkin menyerang ke Polandia atau setidaknya Rusia harus berpikir berulang-ulang apabila melakukan serangan militer ke Polandia.
Keempat, adanya kedekatan khusus antara Polandia dengan masyarakat Ukraina wilayah Barat sebagai akibat dari faktor sejarah, agama, Bahasa dan sosio ekonomi. Secara sejarah, di masa Persemakmuran Polandia-Lithuana (1569-1792) daerah bagian barat Ukraina adalah bagian dari wilayah persemakmuran ini.

Lebih jauh dikemukakan Taufiq, secara agama, umumnya di wilayah Barat Ukraina mayoritas penduduk beragama Kristen Katholik ssementara di wilayah Timur lebih banyak yang Kristen Orthodox. Secara bahasa, penduduk di wilayah barat Ukraina dapat berbahasa Polandia (karena memang Polandia meluncurkan program pengajaran bahasa Polandia bagi diaspora mereka berada di perbatasan Ukraina-Polandia. Di samping itu, secara umum memang banyak kemiripan bunyi dari bahasa kedua negara (Polandia dan Ukraina) meskipun mereka menggunakan alphabet yang berbeda. Yang satu latin, yang satu lagi alphabet slavia.
Dari sisi sosial ekonomi, lanjutnya, banyak penduduk Ukraina yang tinggal di bagian barat Ukraina mencari peruntungan atau pekerjaan di Polandia sebagai pekerja musiman. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa perekonomian di Polandia relative lebih maju daripada perekonomian di Ukraina Diperkirakan terdapat sekitar 2-3 juta warga negara Ukraina yang mencari peruntungan di Polandia sebagai pekerja migran.
Dijelaskan, adanya mekanisme bebas visa dan izin tinggal bagi para pekerja migran Ukraina di Polandia menjadi insentif menarik bagi masyarakat Ukraina. Maksimal dalam 1 tahun, mereka dapat bekerja 9 bulan tanpa perlu mengurus izin tinggal. Polandia juga menjadi tujuan sekolah, termasuk kuliah bagi warga negara Ukraina, dimana mereka dapat bekerja sambil menuntut ilmu di berbagai Perguruan Tinggi di Polandia. (sur)

