3 May 2026
HomeBeritaInternasionalKesiapan Polandia Menerima Gelombang Pengungsi dari Ukraina

Kesiapan Polandia Menerima Gelombang Pengungsi dari Ukraina

SHNet, Warsawa-Sejak diluncurkannya serangan militer oleh Rusia terhadap Ukraina pada tanggal 24 Februari 2021, secara perlahan mulai terjadi pergerakan para pengungsi ke perbatasan Ukraina-Polandia.  Dengan cepat terlihat pergerakan logistik dan penyediaan akomodasi di kota-kota Polandia yang berdekatan dengan perbatasan Ukraina, seperti Lublin dan Rzeszow.

Beberapa hotel membuka pos khusus untuk para pengungsi, dengan menyediakan sistem sewa per-tempat tidur dan tempat-tempat tidur tersebut digelar di aula atau ballroom beberapa hotel tertentu.

Minister Counsellor Ekonomi pada KBRI Warsawa, Polandia, Taufiq Lamsuhur mengatakan hal itu dalam keterangan tertulis yang diterima  SHNet, Minggu (13/3/2022)

Taufiq menyebutkan, bentuk dukungan solidaritas terhadap negara dan rakyat Ukraina juga mulai terlihat dari beberapa gerakan dan symbol-simbol yang muncul, seperti: Program nasional “Solidaritas untuk Ukraina” yang diluncurkan oleh Pemerintah Polandia,  penggunaan slogan-slogan atau hastag yang digunakan oleh Pemerintah dan simbol-simbol dukungan seperti pemasangan bendera Ukraina di moda transportasi publik bahkan juga di kendaraan-kendaraan pribadi

Digambarkan juga oleh Taufiq, demo di depan Kedubes Rusia di Warsawa menyuarakan penghentian segera serangan militer,  demo di berbagai kota besar Polandia untuk menyuarakan solidaritas kepada Ukraina, tiupan trompet Lagu Nasional Polandia yang dilakukan di menara gereja-gereja utama di ibukota-ibukota provinsi (Warsawa, Krakow, Bialystok dan Rzeszów), memunculkan permainan cahaya “bendera Ukraina yang bersanding dengan bendera Polandia” di Royal Castle atau Istana Raja Warsawa pada malam hari.

Selain itu, ungkap Taufiq diajarkannya kurikulum khusus di sekolah-sokolah dasar negeri mengenai bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi yang muncul akibat adanya perang antara Rusia-Ukraina, dukungan atlet-atlet ternama Polandia atas Ukraina melalui medsos mereka (a.l. Iga Swiantek, Jan Krzystof Duda, pemuatan bahasa Ukraina di beberapa media online Polandia sebagai tambahan informasi bagi para pengungsi Ukraina di media lokal, dll.

Sikap solidaritas juga berkembang di lingkungan gereja dimana para umat Kristiani secara sukarela mengumpulkan sumbangan-sumbangan kemanusiaan bagi para pengungsi Polandia.  Hal  yang sama juga terlihat dari beberapa supermarket yang menyediakan khusus tempat-tempat untuk memasukan sumbangan bagi rakyat Ukraina.

Lebih lanjut dijelaskan Taufiq, secara sekilas terlihat sekali bagaimana rakyat Polandia mencoba mendukung solidaritas untuk memberikan dukungan terhadap para pengungsi Ukraina yang masuk ke Polandia dari semua lini.  Yang menjadi tanda tanya, sampaikan kapan bentuk solidaritas ini dapat terus dipertahankan jika perang terus berlarut tidak menentu.

Suasana stasiun kereta di kota Lviv, Ukraina (03/03/2022), dipenuhi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan dengan bus menuju perbatasan Polandia. 

Jika Pemerintah Polandia menyebutkan bahwa orang asing dapat untuk sementara tinggal di Polandia selama 15 hari ini menunjukkan secara tidak langsung kemampuan Polandia untuk melayani kebutuhan para pengungsi, terutama dari Ukraina hanya cukup setengah bulan saja.  Lalu bagaimana selanjutnya?  Terdapat mekanisme bantuan baru yang ditetap di UE bahwa para pengungsi Ukraina akan mendapatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk jaminan sosial selama 1 tahun- hingga 3 tahun, tetapi kebijakan ini masih belum final karena perlunya mendapat persetujuan dari semua negara anggota UE.

Saat ini konflik atau perang telah memasuki mingu ke-3 dan masih belum ada tanda-tanda kesepakatan damai antara kedua pihak yang bertikai.  Keberaadaan 1,5 juta pengungsi Ukraina dan mungkin dapat mencapai 3-4 juta jika situasi belum membaik di Ukraina akan menambah beban ekonomi Polandia sekaligus mendapatkan potensi tenaga kerja untuk sektor-sektor tertentu.  Namun secara umum pada tahap awal tentunya akan memberikan beban ekonomi tambahan buat Polandia.  Dukungan dari UE dan negara-negara maju akan menjadi kunci keberhasilan Polandia dalam menghadapi gelombang pengungsi dari negara tetangganya ini.   (sur)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU