3 May 2026
HomeBeritaPOP TB Indonesia Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia 2022

POP TB Indonesia Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia 2022

SHNet, Jakarta – Penyakit Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang paling mematikan di dunia sebelum pandemi Covid-19 melanda. Menurut data kementeraian Kesehatan (Kemenkes), Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang dua per tiga (2/3) kasus TBC di seluruh dunia. Hal ini berarti jumlah kasus di Indonesia menempati posisi kedua setelah India.

Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) Tuberkulosis (TB) Indonesia menyampaikan hal ini dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Kamis (24/3).

POP Tuberkulosis Indonesia menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki kasus TBC sebanyak 845.000, dengan jumlah kematian sebanyak 98.000. Jumlah ini berarti setara dengan 11 kematian per jam.

Menurut POP Tuberkulosis Indonesia, penanganan pandemi Covid-19 mengalihkan perhatian pemangku kebijakan terhadap isu kesehatan lainnya, termasuk persoalan TBC.

“Menyadari besarnya permasalahan penyakit TBC, khususnya jenis resisten obat, semua pihak perlu mengantisipasi meledaknya penyebaran penyakit ini di masa dan pasca pandemi,” demikian pernyataan POP Tuberkulosis Indonesia.

Terkait peringatan hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) pada 24 Maret 2022, PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI melakukan kampanye dengan mengusung tema “Perkuat Dukungan untuk Eliminasi TBC, Selamatkan Jiwa”.

POP Tuberkulosis Indonesia menyatakan turut meramaikan dengan melakukan aktivitas Kampanye Publik ‘Ketahui Hak-mu’ melalui berbagai kegiatan Radio Talk Show. Selain itu, organisasi ini juga membuat Iklan Layanan Masyarakat yang dilakukan sejak Maret sampai dengan Juli 2022.

Iklan layanan masyarakat tersebut diluncurkan melalui sejumlah kanal radio, seperti Elshinta, Sonora, MNC Trijaya, dan RRI Pro3.

POP Tuberkulosis Indonesia menyampaikan bahwa Kanal radio seperti Elshinta memiliki 8 Radio jaringan, Sonora dengan 12 radio jaringan, MNC Trijaya dengan 20 radio jaringan, lalu RRI Pro3 yang akan menyiarkan aktivitas kampanye ini ke seluruh radio jaringan secara nasional.

Kampanye tersebut menurut POP Tuberkulosis Indonesia, dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan dasar TBC. Selain itu, kampanye juga sebagai media sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam menggambarkan hambatan Sosioekonomi, isu terkait Hak Asasi Manusia, ketidaksetaraan/kekerasan berbasis gender, adanya stigma dan diskriminasi serta persoalan kualitas akses pelayanan TBC yang dialami oleh pasien TBC.

“Pesan kunci dari kegiatan kampanye publik ini akan menitikberatkan pada peran serta masyarakat dan pemerintah lintas sektor dalam menjamin ketersediaan, keterjangkauan, penerimaan, dan kualitas pelayanan kesehatan dan terciptanya kondisi yang mendukung bagi pasien TBC,” demikian keterangan POP Tuberkulosis Indonesia dalam rilisnya kepada media. (whm/sp)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU