18 April 2026
HomeBeritaPresiden: Tambak Udang Modern Seluas 1.800 Hektare Dibangun di Sumba

Presiden: Tambak Udang Modern Seluas 1.800 Hektare Dibangun di Sumba

Kebumen-Presiden Joko Widodo mengatakan akan membangun tambak udang yang serupa dengan tambak Kebumen di Waingapu, Sumba Timur, Provinsi Nusa Tengggara Timur (NTT), seluas 1.800 hektare.

Presiden mengatakan itu ketika seusai meresmikan tambak budidaya udang berbasis kawasan di Desa Plesung, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023).

Presiden didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Menurut Presiden, saat ini desain dan perencanaan tambak udang di kawasan tersebut (Waingapu) sudah selesai. “Sebentar lagi kita akan mulai lagi 1.800 hektare di Waingapu di NTT. Ini sudah desain, perencanaan sudah selesai, ini dikopi dibuat di sana yang kita harapkan itu akan menjadi sebuah kawasan yang terintegrasi, ada tambak udangnya, ada industri pakannya, ada industri untuk turunan dari udang-udang yang dipanen,” jelasnya.

Presiden menilai bahwa tambak udang memiliki potensi keuntungan yang tinggi. Dengan produktivitas yang mencapai 40 ton per hektare, Presiden meyakini tingkat pengembalian investasinya (IRR) bisa didapat dengan cepat.

“Saya kira kalau di sini katakanlah tadi perkiraan angka 40 ton per hektare itu bisa dicapai, empat kali panen balik (modal). Sulit cari bisnis secepat itu baliknya, artinya IRR-nya semuanya bisa dalam persentase yang tinggi,” katanya.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Jokowi meresmikan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang berlokasi di Desa Plesung, Karangrejo, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah seluas 60 hektare yang diproyeksikan dapat menghasilkan 40 ton udang per hektarenya.

“Satu hektarenya kurang lebih kita harapkan di atas 40 ton dan kawasan budi daya udang ini menghabiskan anggaran Rp175 miliar,” ujarnya.

Presiden pun mendorong agar manajemen pertambakan modern yang diterapkan di tambak budidaya udang ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya di tanah air.

“Kita harapkan ini menjadi sebuah contoh yang baik bagi budidaya udang vaname yang memerlukan kebersihan air, yang memerlukan betul-betul manajemen yang detail. Kita harapkan ini menjadi contoh bagi kita semua,” katanya.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU