30 January 2023
HomeBeritaSignal Kuat Ada Korupsi, Tepat KPK Minta BPK Audit Investigatif Formula E

Signal Kuat Ada Korupsi, Tepat KPK Minta BPK Audit Investigatif Formula E

Jakarta-Sikap Pimpinan KPK bersama Tim Penyidik KPK meminta BPK-RI melakukan audit investigasi terhadap dugaan korupsi Firmula E dengan membawa angka kerugian negara dianggap sangat tepat. Sebab, hal itu dapat memastikan kerugian negara. Hal itu juga jadi signal KPK kantongi bukti korupsi.

Demikian Koordinator TPDI dan Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Menurut Petrus, kalau ada pandangan  bahwa langkah Pimpinan KPK bersama Tim Penyidik KPK meminta BPK-RI melakukan audit investigasi terhadap dugaan korupsi Firmula E dengan membawa angka kerugian negara, dinilai sebagai tidak wajar, adalah pandangan yang keliru dan tidak memiliki landasan hukum.

“Mengapa, karena KPK sudah melakukan proses penyelidikan yang cukup panjang sehingga mengenai berapa besar perkiraan jumlah kerugian negara-pun KPK telah menghitung dengan menggunakan auditor internal KPK, karena itu langkah penyidik KPK meminta BPK untuk melakukan Audit Investigatif tidak lain untuk memastikan berapa angka kerugian negara yang sebenarnya,” jelas Petrus.

Dia menegaskan, BPK RI tidak boleh menolak dengan alasan apapun, termasuk alasan independensi BPK sebagaimana didalilkan oleh Soemardjijo. Jika saja BPK menolak Audit Investigatif atau Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT), maka BPK bisa dituntut dengan alasan merintangi, menghalangi dan menggagalkan penyelidikan, penyidikan dan persidangan dugaan tindak pidana korupsi pada Formula E.

Petrus mengingatkan, BPK RI bukanlah lembaga satu-satunya dalam melakukan penghitungan kerugian negara, apalagi terkait tindak pidana korupsi. Harus diingat bahwa tidak semua kerugian negara berasal dari tindak pidana korupsi. Karena itu persoalan kerugian negara akibat korupsi, KPK bisa saja menggunakan Auditor BPK atau BPKP bahkan Akuntan Publik lain yang independen.

“Bahaya sekali kalau seluruh kerugian negara akibat korupsi diharapkan penghitungannya hanya pada BPK RI, karena Auditor BPK RI-pun bisa saja ikut menyalahgunakan wewenang untuk melakukan korupsi, sebagaimana selama ini terjadi,” kata Petrus.

Dia menegaskan, apa yang dilakukan oleh KPK dengan meminta Audit Investigatif kepada BPK ini merupakan signal kuat bahwa KPK sudah mengantongi bukti-bukti korupsi dalam Formula E, baik bukti-bukti pada unsur barang siapa, unsur perbuatan melawan hukum/menyalahgunakan wewenang jabatan, unsur kerugian negara, dan unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

Ratio dari pada KPK meminta BPK RI mengaudit melalui PDTT atau Audit Investigatif terkait dugaan kerugian negara dalam Formula E, jelas Petrus, karena dugaan kerugian negara dalam kasus Formula E nilainya sangat fantastis. Dan publik sangat mendukung langkah KPK meminta Audit Investigatif ke BPK RI karena dalam kasus ini nama Anies Baswedan disebut-sebut terlibat.

Menurut Petrus, dengan demikian pandangan Advokat Bambang Widjojanto bahwa langkah KPK meminta BPK RI mengaudit Investigatif kasus Formula E sebagai upaya untuk menjegal Anies Baswedan adalah pandangan yang sesat. Karena sekiranyapun Anies Baswedan terbukti terlibat, maka Anies Baswedan dengan sendirinya terjegal.

Karena itu, kata Petrus,  langkah KPK untuk memeriksa Anies Baswedan harus dimaknai sebagai upaya KPK untuk melahirkan pimpinan nasional yang bersih dan bebas dari KKN bukan untuk menjegal Anies Baswedan.

“Kita patut mengapresiasi langkah KPK ini, sebagai terobosan yang harus dibudayakan karena dengan demikian, maka KPK dapat melahirkan pimpinan nasional dan pimpinan daerah yang bersih dan bebas KKN dalam mengelola keuangan negara dan pembangunan,” katanya.

Menurut Petrus, KPK sangat berkepentingan dengan misinya untuk melahirkan seorang Pimpinan Nasional dan Kepala Daerah yang bersih dan bebas dari KKN dan itu sah-sah saja karena sesuai dengan tujuan UU Tipikor dan harapan publik.(sp)

 

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU