1 May 2026
HomeHumanioraSimak Kisah Tiga Kreator Ini dalam Melestarikan Budaya Indonesia

Simak Kisah Tiga Kreator Ini dalam Melestarikan Budaya Indonesia

SHNet, Jakarta– Menyongsong, perayaan HUT RI ke-79, TikTok menyorot cerita dari tiga kreator Indonesia dalam melestarikan budaya.

Ketiga kreator Indonesia tersebut adalah Kiki Nasution, fotografer dan pembuat film yang lebih banyak menyoroti nilai-nilai serta keunikan tradisi dari suku-suku pedalaman di Indonesia.

Ayuan Prawida, musisi sekaligus kreator LIVE yang mempopulerkan instrumen musik tradisional khas Dayak, Sape, dengan memainkan lagu-lagu modern.

Kadek Astini, pengajar dan pemilik Sanggar Pradnya Swari yang mendorong inklusivitas dengan membuka kelas tari tradisional Bali untuk anak dengan disabilitas.

Dalam acara “#Serunya17an Bareng TikTok: Cerita Kreator Indonesia Rayakan Budaya Daerah Lewat Konten Kreatif di TikTok”, Kiki menjelaskan, sebelum membuat konten, biasanya ia melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat. Termasuk beradaptasi dengan situasi dan adat setempat.

Menurutnya ada tiga daerah pedalaman yang dibuat konten yakni Baduy, Dayak Iban dan Mentawai. “Mentawai merupakan titik balik aku melihat tradisi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, TikTok merupakan media yang menarik untuk mengeksplor dan menarasikan budaya, tradisi dan adat istiadat daerah pedalaman Indonesia. “Di TikTok kita dapat menyebarkan informasi ke banyak orang. Apalagi ke generasi muda,” kata Kiki.

Ayuwan Prawida juga mengakui, lewat TikTok Live, apresiasi penonton sangat positif dan menjangkau lebih banyak orang untuk memperkenalkan alat musik tradisional Dayak, sape.

Sementara itu, Kadek Astini yang biasa disapa Mbok Dek membuka kelas tari untuk anak-anak disabilitas dengan tujuan memberikan kesempatan yang sama untuk mereka berkarya.

“Tantangannya, saya tidak paham bahasa isyarat,” ujarnya.

Mbok Dek memilih TikTok karena dia bisa membuat video di TikTok dan jangkauannya luas sekali.
Menurutnya, banyak orang Indonesia maupun mancanegara yang ingin tahu tentang budaya kita khususnya Bali. “Bahkan orang dari luar negeri datang ke sini mencari sanggar kami di Bali Barat,” ungkapnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU