6 June 2026
HomeBeritaSumba Barat Galakkan Gerakan Menanam Pohon

Sumba Barat Galakkan Gerakan Menanam Pohon

Waikabubak-Sumba Barat sedang berusaha menggalakkan penanaman anakan pohon di berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Sumba Barat, NTT. Saat ini sudah tercatat sekitar 6.000 anakan pohon yang telah ditanam dari target sekitar 40 ribu pohon.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen nasional penanaman 10 juta pohon. Selain itu, juga merupakan keinginan agar Sumba Barat menjadi lebih hijau dan sejuk. Semua ini demi menjabarkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat dengan tagline Desa dan Kota Berseri,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumba Barat, Melkianus L. Ubulage di Waikabubak, Senin (6/2/2023).

Menurut Melkianus, Sumba Barat memperoleh dukungan berupa anakan pohon dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta dari BPDAS Benain Noelmina dan Pembibitan Wairasa Sumba Tengah. Semua anakan pohon yang ada sudah ditanam dan dibagikan kepada masyarakat. Anakan pohon bukan saja berupa pohon merbau dan trembesi, tetapi juga berupa pohon produktif, seperti mangga, jambu dan sebagainya.

“Kami menanam sepanjang jalur selatan ke utara Sumba Barat. Kita berharap warga ikut menjaga, sehingga anakan itu bisa tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Menyinggung kendala yang dihadapi, Melkianus mengatakan, sebenarnya apapun yang dilakukan pasti ada kendala, sehingga tidak perlu terpaku dengan masalah tapi berusaha menemukan jalan keluar. Kalau sekarang, katanya, memang ada kekurangan anakan bibit pohon, sehingga pihaknya berusaha untuk mengimbau masyarakat agar memberikan biji buah-buahan yang selesai dikonsumsi kepada Dinas Lingkungan Hidup, sehingga bisa disemaikan sebagai persiapan untuk ditanam dan dibagikan kembali kepada warga.

Dia mengatakan, pihaknya akan berusaha menyediakan tempat penampungan biji-bijian di berbagai tempat, sehingga memudahkan masyarakat untuk menyerahkan biji-bijian yang bisa disemaikan.

“Kalau masalah selalu ada saja, tetapi kita berusaha cari jalannya. Untuk hal kecil, kami minta kepada semua ASN di Dinas Lingkungan Hidup untuk ikut mengumpulkan biji buah-buahan. Kami juga siap menampung biji-bijian dari masyarakat. Kami harap sekaligus mengurangi volume sampah dengan mengumpulkan biji buah-buahan” tutur Melkianus.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya untuk menghasilkan anakan pohon, sehingga tidak semata-mata bergantung kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, kalau ada anakan dari pusat, maka akan semakin mempercepat program penamanam pohon. “Tapi, yang paling penting, bagaimana memastikan anakan itu bisa tetap tumbuh dan berkembang. Ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga, karena ini memang kebutuhan semua orang,” jelas Melkianus.

Dia menjelaskan, pihaknya sangat berharap semua warga masyarakat bersama-sama memanfaatkan setiap anakan dan lahan untuk menanam pohon, terutama pohon produktif.

“Bukan saja lingkungan yang hijau, tetapi buah-buahan juga bermanfaat bagi masyarakat baik untuk konsumsi maupun untuk menambah pemasukan,” katanya.

Melkianus mengatakan, selama ini pihaknya memperoleh dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati, yang juga turut memberikan semangat dengan ikut menanam pohon. Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan sekolah, Darma Wanita Sumba Barat dan berbagai pihak untuk bersama menggalakkan penanaman pohon.

Mengenai target untuk merampungkan program penanaman pohon, Melkianus mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk segera menanam setiap anakan pohon yang ada. Dia menambahkan, target itu untuk referensi, tetapi kalau lebih juga lebih baik lagi. Jadi, kalau ada anakan yang siap ditanam, tentu segera ditanam.

“Tapi, kami sangat harap, warga untuk menanam pohon di halaman, di kebun atau dimana saja. Itu juga merupakan warisan untuk generasi mendatang,” katanya.(sp)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU