13 March 2026
HomeLIFESTYLETribute to Koes Plus, Cara SBY Merawat Ingatan Musik Indonesia

Tribute to Koes Plus, Cara SBY Merawat Ingatan Musik Indonesia

SHNet, PACITAN – Di Pacitan, lagu-lagu Koes Plus kembali hidup. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar Tribute to Koes Plus di Museum & Galeri SBY*ANI, Sabtu malam (7/2/2026), sebagai ruang perjumpaan antara musik, ingatan, dan lintas generasi.

Koes Plus bukan sekadar grup musik populer. Sejak dekade 1960-an, lagu-lagu mereka tumbuh bersama masyarakat Indonesia, mengisi ruang keseharian dengan lirik sederhana yang membicarakan cinta, keluarga, dan kehidupan sosial. Dalam perjalanan musik nasional, Koes Plus menjadi salah satu penanda penting era musik pop Indonesia.

Bagi SBY, Koes Plus adalah bagian dari perjalanan personal. Semasa remaja di Pacitan, ia aktif bermain musik dan menjadikan lagu-lagu Koes Plus sebagai bagian dari repertoar yang kerap dibawakan bersama rekan-rekannya. Ketertarikan itu kemudian menemukan bentuknya dalam konser tribute yang digelar terbuka untuk publik.

Panggung Tribute to Koes Plus malam itu diisi oleh putra-putri para personel band. Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, dan Damon Koeswoyo membawakan kembali lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat.

Dihadiri lebih dari 1.000 penonton, Tribute to Koes Plus berlangsung hangat. (Dok/SHNet).

Sebelum konser digelar, SBY bersilaturahmi dan memohon restu kepada Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang masih hidup. Seluruh lagu yang dibawakan dalam konser ini disertai pembayaran royalti resmi kepada ahli waris Koes Plus, menegaskan penghormatan terhadap karya dan etika bermusik.

Dihadiri lebih dari 1.000 penonton, Tribute to Koes Plus berlangsung hangat. Lagu-lagu lama tidak sekadar dihadirkan sebagai nostalgia, tapi sebagai penanda bahwa musik populer Indonesia memiliki akar sejarah yang terus hidup dan diwariskan.

Melalui konser ini, Pacitan menjadi ruang di mana musik bekerja sebagai ingatan budaya—menghubungkan masa lalu, masa kini, dan generasi yang akan datang.  (Non)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU