SHNet, Jakarta-Dunia literasi kembali diramaikan dengan hadirnya novel Dear Gala, karya Rezmania Dalila. Novel ini mengangkat tema penyembuhan hati dan cinta yang menenangkan, menyasar pembaca yang tengah lelah mencintai dalam badai dan mencari ruang untuk berdamai dengan perasaan.
Dear Gala disajikan dalam bentuk rangkaian surat yang menghadirkan kisah terasa dekat dengan realitas kehidupan. Cerita-ceritanya berangkat dari pengalaman emosional yang kerap dialami banyak orang, namun jarang diungkapkan secara terbuka.
Narasi dalam novel ini dikemas secara reflektif dan tenang, dengan kejujuran emosi yang kuat. Tema yang diangkat meliputi cinta yang tidak selalu memiliki akhir bahagia, kehilangan yang sunyi, serta proses melepaskan tanpa paksaan.
Tanpa dramatisasi berlebihan, Dear Gala justru menawarkan keteduhan bagi pembacanya. Pembaca diajak menerima perasaan apa adanya, memberi ruang pada luka, dan memahami bahwa proses pulih tidak selalu harus tergesa-gesa.
Pendekatan penceritaan yang membumi membuat novel ini terasa relevan dengan pengalaman banyak orang. Seolah-olah, setiap surat dalam buku tersebut adalah potongan kisah yang bisa terjadi pada siapa pun.
Rezmania Dalila merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya. Ia mulai menempuh pendidikan pada 2019 dan menyelesaikan studinya pada 2023, sebelum akhirnya menapaki jalur kreatif melalui dunia sastra.
Karya Dear Gala mendapat apresiasi dari almamaternya sebagai bentuk pencapaian akademik sekaligus ekspresi kreatif. “Tentu karya ini jadi inspirasi bagi para civitas akademika untuk terus mengembangkan bakat masing-masing, terutama buat Rezmania, kami apresiasi dan bangga tentu saja,” ujar Yuliasara Isnaeni, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Jayabaya.
Lebih dari sekadar novel tentang cinta dan kehilangan, Dear Gala juga menyampaikan pesan optimisme. Di tengah luka dan masa-masa sulit, manusia tetap memiliki potensi untuk bertumbuh, menemukan arah baru, dan membangun kembali harapan dalam hidupnya. (red)

