İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

22 February 2024
HomeLIFESTYLEUsai Nobar 'Gatot Kaca', Erick Thohir: BUMN Siap Berikan Dukungan

Usai Nobar ‘Gatot Kaca’, Erick Thohir: BUMN Siap Berikan Dukungan

SHNet, JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan maraknya film-film nasional, apalagi yang berkisah tentang budaya Indonesia, harus mendapat dukungan masyarakat.

Apresiasi dan support pecinta film yang tak hanya menikmati alur cerita film, tapi juga menyukai lagu atau soundtrack film, turunan kisah film, serta merchandise akan makin menghidupkan pop culture di tanah air.

Hal tersebut diungkapkan Erick Thohir usai menonton tayangan perdana film, Satria Dewa “Gatot Kaca” yang diputar di Studio Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (6/6) malam.

Erick menyaksikan film superhero asli Indonesia itu bersama sutradara, Hanung Bramantyo dan sejumlah aktor seperti, Ricky Nazar, Omar Daniel, Yayan Ruhiyan, hingga aktris lawas, Yatti Surachman. Malam itu, Erick juga didampingi Eko Patrio, Pasha Ungu dan Dessy Ratnasari.

Keriuhan usai Nobar Gatot Kaca di Epicentrum Studio XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/6/2022) malam. (SHNet/nonnie rering)

“Kita harus dukung industri film nasional yang berpotensi luar biasa. Tak hanya dari cerita film yang bagus, tapi masyarakat bisa pula menikmati lagu, turunan cerita, dan merchandise. Inilah multiplatform story telling yang tidak akan putus. Apresiasi masyarakat harus terus kita rangsang agar melalui industri hiburan, salah satunya film nasional, kita bisa menjadi pop culture country,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika Korea atau negara lain mampu menjadi negara pop culture karena sukses mengangkat industri hiburan lokal ke panggung internasional, maka Indonesia juga bisa melakukannya. Apalagi Indonesia sudah memiliki pasar tersendiri dengan jumlah penduduk yang mencapai 275 juta.

“BUMN siap memberikan dukungan. Kita memiliki PFN (Produksi Film Negara) atau juga Telkom dan Telkomsel sebagai aggregator untuk mendukung konten lokal agar terus berkembang. Kita punya pasar yang besar dan jika meledak di dalam negeri, maka hal itu akan berpengaruh ke seluruh dunia. Kuncinya, harus kreatif,” tegasnya.

Konsep multiplatform story telling untuk membangun industri film nasional terus didorong agar sebuah film tak hanya disukai dari sisi tontonan semata. Film harus mampu menciptakan tren sebagai kekuatan sehingga daya tarik dan nilai jualnya tidak akan terputus.

Sebelumnya, Film “Kadet 1947” juga diproduksi dengan konsep yang sama. Ceritanya terintegrasi dengan turunan ide kreatif lain sehingga dari film tersebut muncul tren fashion, produk kreatif lainnya yang turut memajukan UMKM lokal, dan juga soundtrack berjudul,  “Bakti”.  (Nonnie Rering)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU