9 June 2026
HomeHumanioraWaspadai Kejahatan di Balik Aplikasi Kencan “Online”

Waspadai Kejahatan di Balik Aplikasi Kencan “Online”

SHNet, Makassar— Kecanggihan teknologi digital membuat pola menjalin hubungan bisa dilakukan secara online, yaitu lewat beragam aplikasi kencan.

Namun, fenomena ini menyisakan sisi gelap, yaitu maraknya kejahatan seksual dan penipuan yang berawal dari aplikasi ini.

Demikian yang menjadi pembahasan dalam webinar bertema “Fenomena Jasa Kencan Online & Dampaknya Bagi Generasi Muda”, di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia Virna Lim; Relawan TIK Kota Cirebon Wahyu Septiawan; serta Sekretaris
Universitas Dipa Makassar Indra Samsie.

Selama pandemi Covid-19, menurut Virna Lim, pemakaian beragam aplikasi media sosial di
Indonesia terus meningkat, terutama di kelompok umur 18-35 tahun. Kelompok umur ini adalah
kelompok umur yang sangat aktif dalam membangun jejaring pertemanan baru, termasuk
menggunakan aplikasi kencan online.

Saat pandemi, penggunaan aplikasi kencan online meningkat 20 % dibanding 2019 lalu.

“Hal ini terjadi pada wilayah perkotaan yang notabene memiliki jaringan internet lebih baik dan
lebih melek terhadap tren yang sedang terjadi,” kata Virna.

Aplikasi kencan online, lanjut Virna, bukan tanpa masalah di kemudian hari. Aplikasi kencan online menyimpan sisi gelap lantaran banyaknya kasus kejahatan seksual atau penipuan yang berawal dari aplikasi ini. Apalagi, kasus kejahatan secara online ini menyulitkan para korban
untuk melapor ke aparat lantaran masalah pembuktian dan keberadaan pelaku yang berlindung di balik dunia maya.

“Pelaku akan sangat mudah menggunakan identitas palsu yang bisa dibuat dengan mudah di
dunia maya. Oleh sebab itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui cara aman bergaul di
aplikasi kencan online tersebut,” ujar Virna.

Wahyu Septiawan menambahkan, aplikasi kencan online marak digunakan dengan berbagai
alasan, seperti ingin mencari teman baru atau pacar; isen atau sekadar eksperimen; dan rekomendasi dari teman yang sukses. Lewat aplikasi itu, yang mereka lakukan adalah percakapan online atau panggilan video; sekadar memberi semangat atau memberi perhatian; bisa juga membuat bahagian teman atau pasangan untuk sementara waktu.

“Namun, tak jarang aplikasi ini hanya dijadikan alat untuk melakukan kejahatan penipuan.
Awalnya pura-pura kencan, tetapi sebenarnya sedang menjaring korban untuk dijadikan target
kejahatan,” ucap Wahyu.

Sementara itu, Indra Samsie mengingatkan bahwa dalam memakai aplikasi kencan online perlu dibarengi kehati-hatian untuk melindungi data pribadi. Jangan sampai data pribadi diberikan
seluruhnya kepada teman kencan yang bisa membahayakan diri sendiri di kemudian hari.

“Tidak ada yang aman 100 % di dunia digital sekarang ini. Yang bisa kita lakukan adalah
mengurangi resikonya sekecil mungkin. Prinsipnya adalah tidak mudah percaya begitu saja
terhadap atas semua informasi yang beredar di dunia maya,” tutur Indra.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan
Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (Stevani Elisabeth)
.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU