25 September 2026
HomeBeritaKesra10 Lukisan Karya Seniman Ternama Dilelang untuk Pembangunan Rumah Singgah RMHC

10 Lukisan Karya Seniman Ternama Dilelang untuk Pembangunan Rumah Singgah RMHC

SHNet, Jakarta– Ajang seni kontemporer terbesar di Indonesia, Art Jakarta  2024,  menggandeng Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) sebagai foundation partner, menggabungkan seni dan kemanusiaan dalam satu panggung.

Salah satu daya tarik dari pameran yang berlangsung di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta, 4-6 Oktober ini adalah lelang eksklusif dari pelukis-pelukis ternama Indonesia seperti Arifin Neif, Abenk, Muklay, Darbotz, dan beberapa seniman lainnya.

Ada 10 lukisan yang dilelang di VIP Lounge Art Jakarta. Hasil lelang lukisan tersebut didonasikan untuk membangun rumah singgah keempat RMHC di Kemanggisan, Jakarta.

Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC Indonesia menjelaskan, RMHC di Indonesia berdiri tahun 2011.  Ada tiga program yang dilakukan yakni mobil keliling untuk vaksin dasar bagi para bayi. Pelayanan mobil keliling ini sudah sampai Lombok. Selain itu ada program imunisasi yang sudah berjalan dari Kota Binjai sampai Halmahera.

Family room di RSCM Jakarta dan RS Sanglah, Denpasar.

Rumah singgah untuk keluarga dan pasien anak penyakit jantung bawaan (PJB) di RS Fatmawati, gedung Kiara serta di Sanglah, Bali. Rumah singgah keempat rencananya memiliki 65 kamar di Kemanggisan.

“Untuk pembangunan 65 kamar butuh dana tidak sedikit. Selain lelang lukisan,  kami juga menggalang dana lewat “Cinta dalam Sepotong Bata”, penjualan Teddy bear, pengiriman  beberapa pelari di ajang maraton,” kata Caroline.

Menurutnya, seni adalah universal dan tidak memihak kepada sesuatu. “Kami percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat, dan melalui kolaborasi ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa setiap anak, bahkan saat mereka sakit dan jauh dari rumah, tetap berhak mendapatkan hak mereka—hak untuk bersama keluarga. Dengan seni sebagai medium, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak orang yang peduli dan ingin turut membantu,” ujarnya.

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu kontributor morbiditas dan mortalitas anak di Indonesia. Di Indonesia, 4 bayi lahir per jam-nya dengan PJB. Saat ini penangan komprehensif anak PJB masih terpusat di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

Oleh karena itu, dr Oktavia Lilyasari, SP, JP(K) Sekretaris Jendral PP PERKI mengatakan, bawah keluarga pasien anak PJB dari seluruh pelosok tanah air harus datang dan menetap selama beberapa lama di Jakarta.

“Untuk itu keluarga pasien PJB harus didampingi oleh keluarganya selama masa pengobatan sampai untuk menjalani proses penetapan diagnosis sampai dengan intervensi secara bedah ataupun non bedah,” kata dr Oktavia Lilyasari,SP,JP (K).

Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyambut baik kerjasama dengan MRHC untuk mewujudkan terbangunnya rumah singgah bagi keluarga pasien anak PJB di RS Jantung Harapan Kita, sehingga dapat membantu meringankan beban keluarga pasien selama menjalani proses pengobatan di RS Jantung Harapan Kita.

Lukisan Paus karya Noe Prastowo (SHNet/Stevani)

Pada kesempatan tersebut, salah satu pelukis ternama Indonesia, Noe Prastowo menyumbangkan 2 karya lukisannya untuk dilelang.

“Saya berkarya sudah 16 tahun. Karya-karya saya terinspirasi dari keluarga. Tematiknya lebih ke anak-anak,” ujarnya.

Salah satu lukisan yang dilelang bertema paus (whale). Menurut Noe, pausjadi ikon sebagai bentuk keterbatasan.

“Saya ingin orang yang menikmati karya saya bisa menikmati mimpi-mimpi yang tidak terbatas,” tutupnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU