SHNet, Jakarta- Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada awal Desember 2021 memulai gerakan menanam 500 ribu pohon untuk konservasi di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prahu.
“Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Temanggung melaksanakan gerakan konservasi penanaman pohon di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu mengingat laju degradasi lingkungan berlangsung cukup cepat, erosi tinggi,” kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq usai menanam pohon di Kali Jurang, Kecamatan Kledung dalam kegiatan “Wiwit Gerakan Ansor Menanam Pohon Program Sabuk Gunung” di Temanggung, Rabu.
Khadziq mengkhawatirkan kalau tidak ada langkah-langkah konkrit dalam konservasi alam, ke depan akan semakin rusak lingkungan di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prahu.
Sekarang ini sudah dikeluhkan oleh masyarakat karena banyak sumber air turun debitnya, bahkan tidak sedikit sumber air yang mati.
Oleh karena itu, mulai tahun ini Pemkab Temanggung mulai menanam pohon utnuk konservasi sekitar 500 ribu pohon, dengan jenis tanaman, antara lain beringin, bambu, dan aren.
Dari 500 ribu pohon tersebut, akan ditanam Gerakan Pemuda Ansor sebanyak 110 ribu bibit, Pemuda Muhammadiyah 110 ribu bibit, sisanya dari bantuan CSR dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung Sukron Wahid mengatakan gerakan menanam hari ini sebenarnya telah dimulai bulan Maret 2021 dengan pembibitan.
Ia menuturkan program sabuk gunung ini merupakan program Pemkab Temanggung yang salah satunya dipercayakan kepada Gerakan Pemuda Ansor.
“Kegiatan ini merupakan semangat Ansor/Banser untuk terus terlibat dalam konservasi alam, karena ini adalah bagian komitmen kami untuk terus menjaga alam ini, kita punya tanggung jawab generasi. Apa yang hari ini kita nikmati ini adalah tinggalan dari generasi terdahulu dan kita hari ini punya tanggung jawab untuk terus menjaga alam ini untuk diwariskan kepada anak cucu,” katanya.
Ia menyebutkan gerakan Ansor menanam pohon ini akan menanam sebanyak 110 ribu bibit dengan rincian 50 ribu bibit bambu, 50 ribu bibit aren, dan 10 ribu bibit beringin.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu percontohan pengembangan food estate hortikultura di Indonesia.
“Pengembangan food estate ini tidak hanya untuk Temanggung dan Wonosobo, tetapi akan menjadi model di Indonesia,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo usai meninjau lahan sistem food estate di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, beberapa waktu lalu.
Ia menyampaikan dengan food estate ini ada sesuatu yang bisa dibuat agar petani bisa meningkatkan kehidupannya. Bisa lebih meningkat kesejahteraannya bahkan aktivitasnya bisa lebih pasti.
“Temanggung dan Wonosobo harus bisa menjadi model untuk itu. Daerah ini dipilih karena terbaik di Indonesia, jadi pertahankan itu,” kata Mentan Syahrul.
Menurut Mentan, yang dituju sebenarnya tidak hanya tanaman diproduksi untuk kepentingan nasional, tetapi mungkin akan menembus ekspor.
“Kita terobos Amerika, India. Jangan kita terus terterobos, beli bawang dari luar lebih murah akhirnya kita punya bawang sendiri tidak diambil,” katanya. (Victor)

