12 June 2026
HomeBeritaPariwisataKemenparekraf Gelar Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata di 6 DPP

Kemenparekraf Gelar Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata di 6 DPP

SHNet, Jakarta– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Certification of Tourism Human Resource atau Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata, di Aston Kartika Jakarta, Jumat (2/9).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan Kick Off Certification of Tourism Human Resource and Competency Based Standard. Program ini merupakan program unggulan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan yang menggunakan dana Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dari World Bank.

Menparekraf menambahkan sertifikasi kompetensi SDM Pariwisata dilakukan di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yakni Danau Toba (Sumut), Wakatobi (Sultra), Labuan Bajo (NTT),Lombok (NTB), Borobudur-Yogya-Prambanan (Yogya dan Jateng) serta Bromo-Tengger-Semeru (Jatim).

Kegiatan ini bertujuan untuk percepatan, pemulihan dan peningkatan produktivitas sektor parekraf melalui upskilling (peningkatan kompetensi), reskiling (penguatan kompetensi) dan new skilling (penambahan kompetensi baru).

(Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

“Target program sertifikasi di tahun 2022 ada 18.000 orang dan 27.000 orang di tahun 2023,” ujarnya.

Ia berharap, SDM Pariwisata Indonesia, unggul, kompeten dan berdaya saing untuk menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru tahun 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024.

PLT. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Frans Teguh mengatakan, target kita berstandar kompetensi diawali dengan tenaga kerja.

Uji kompetensi dilakukan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang terakreditasi BNSP.

“Kegiatan kick off ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian program pengembangan dan pengakuan kompetensi SDM Pariwisata yang bertujuan menjamin keberlanjutan pasokan tenaga kerja yang terampil,” kata Frans Teguh.

Tahun 2022, ada 10 dokumen Competency Based Standard (CBS). Dari 10 dokumen, ada 8 dokumen yang perlu dikaji ulang karena telah berusia lebih dari 5 tahun. Kedelapan dokumen tersebut antara lain dibidang MICE, tour leader, safety guide, tour guide, destination, ecotourism, rafting dan rock climbing.

“CBS disusun untuk memenuhi kebutuhan industri dan dunia usaha akan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki kemampuan kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Standardisasi Kompetensi, Titik Lestari menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan mulai September hingga Desember 2022.

“Kami merangkul stakeholder yang bekerjasama dengan kami salah satunya kemenparekraf. Kita kolaborasi 6 dinas pariwisata,12 perguruan tinggi seperti Binus Universitas Sahid, STP Trisakti dan sebagainya. Tanpa kolaborasi, kita tidak bisa wujudkan tujuan yang sama untuk membangkitkan pariwisata Indonesia, meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan pelaku parekraf,” papar Titik.

Menurutnya, daya saing industri pariwisata semakin luar biasa. oleh sebab itu, perlu diimbangi dengan SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU