SHNet, Depok- Lebih dari 500 orang mengikuti bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan gratis khususnya penanganan nyeri di Primaya Hospital Depok, Minggu (2/10/2022).
Acara baksos tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono.
Wakil Walikota Depok mengapresiasi hadirnya Primaya Hospital di Kota Depok. Apalagi rumah sakit ini memiliki ahli penanganan sendi di Indonesia.
“Pasien pertamanya istri saya. Dia mengalami nyeri sendi sehingga sulit mengangkat tangan. Setelah menjalani rangkaian pengobatan, istri saya sudah bisa mengangkat tangannya,” ujar Imam.
Menurutnya, Primaya Hospital merupakan salah satu rumah sakit yang keren di Kota Depok.
“PRIMAYA Hospital salah satu rumah sakit keren di Kota Depok. Hadirnya rumah sakit ini untuk membantu warga Depok sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh berobat ke Singapura atau Malaysia,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Primaya Hospital, dr Hanny Merliana, MARS menyampaikan “Primaya Hospital Depok hadir dengan layanan kesehatan yang komprehensif. Salah satu layanan unggulan yang disediakan oleh
Primaya Hospital Depok adalah pusat layanan nyeri. Kami mendapati, beberapa warga mengalami nyeri pada bagian tertentu, namun belum menemui dokter untuk konsultasi lebih lanjut karena satu dan lain hal.
Melalui kegiatan ini, kami berkesempatan memberikan edukasi agar masyarakat semakin peduli dengan
kondisi kesehatannya.”
Menurutnya, antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan baksos ini tinggi. Baksos tersebut merupakan rangkaian dari grand opening Primaya Hospital Depok pada November mendatang.
PrimayaDepok merupakan grup Primaya hospital yang ke-15.
Spesialis Ortopedi dan Ahli Penanganan Sendi Indonesia, dr Alief Nurdianto Rahman mengatakan baksos ini melibatkan 42 dokter spesialis ortopedi dari Semelu hingga Abepura.
Alief menjelaskan, nyeri dulu adalah gejala sintom, namun sekarang nyeri masuk kategori penyakit.
“Kami datang beri harapan baru. Kami beri secercah cahaya terang bagi kota Depok. Di hari ini, kami sudah menangani hampir 600 pasien,” katanya. (Stevani Elisabeth
SHNet, Depok- Lebih dari 500 orang mengikuti bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan gratis khususnya penanganan nyeri di Primaya Hospital Depok, Minggu (2/10/2022).
Acara baksos tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono.
Wakil Walikota Depok mengapresiasi hadirnya Primaya Hospital di Kota Depok. Apalagi rumah sakit ini memiliki ahli penanganan sendi di Indonesia.
“Pasien pertamanya istri saya. Dia mengalami nyeri sendi sehingga sulit mengangkat tangan. Setelah menjalani rangkaian pengobatan, istri saya sudah bisa mengangkat tangannya,” ujar Imam.
Menurutnya, Primaya Hospital merupakan salah satu rumah sakit yang keren di Kota Depok.
“PRIMAYA Hospital salah satu rumah sakit keren di Kota Depok. Hadirnya rumah sakit ini untuk membantu warga Depok sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh berobat ke Singapura atau Malaysia,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Primaya Hospital, dr Hanny Merliana, MARS menyampaikan “Primaya Hospital Depok hadir dengan layanan kesehatan yang komprehensif. Salah satu layanan unggulan yang disediakan oleh Primaya Hospital Depok adalah pusat layanan nyeri. Kami mendapati, beberapa warga mengalami nyeri pada bagian tertentu, namun belum menemui dokter untuk konsultasi lebih lanjut karena satu dan lain hal. Melalui kegiatan ini, kami berkesempatan memberikan edukasi agar masyarakat semakin peduli dengan kondisi kesehatannya.”
Menurutnya, antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan baksos ini tinggi. Baksos tersebut merupakan rangkaian dari grand opening Primaya Hospital Depok pada November mendatang.
PrimayaDepok merupakan grup Primaya hospital yang ke-15.
Spesialis Ortopedi dan Ahli Penanganan Sendi Indonesia, dr Alief Nurdianto Rahman mengatakan baksos ini melibatkan 42 dokter spesialis ortopedi dari Semelu hingga Abepura.
Alief menjelaskan, nyeri dulu adalah gejala sintom, namun sekarang nyeri masuk kategori penyakit.
“Kami datang beri harapan baru. Kami beri secercah cahaya terang bagi kota Depok. Di hari ini, kami sudah menangani hampir 600 pasien,” katanya. (Stevani Elisabeth)

