18 June 2026
HomeBeritaEkonomiAman dan Nyaman Gunakan Transaksi Non-tunai

Aman dan Nyaman Gunakan Transaksi Non-tunai

SHNet, Makassar— Saat ini, bukan eranya lagi membayar secara tunai, tetapi lebih aman dan nyaman menggunakan transaksi secara cashless dan contactless.

Namun, di balik kemudahan tersebut, tetap dibutuhkan kewaspadaan mengenai keamanan perangkat yang digunakan.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam webinar bertema “Sosialisasi Metode Pembayaran di Era Digital: Cashless & Contactless” yang berlangsung Kamis (6/10) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Sekretaris ISKI Sulawesi Selatan Andi Widya Syadzwina; dosen senior Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL Universitas Gadjah Mada Bevaola Kusumasari; dan Founder & COO Bicara Project Joddy Caprinata.

Andi Widya menjelaskan, berdasarkan data We are Social Hootsuite per Februari 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta orang atau setara dengan 73,7 % dari populasi
Indonesia. Sektor keuangan adalah salah satu yang banyak dirambah oleh teknologi digital.

“Salah satu contohnya adalah pembayaran non-tunai atau biasa disebut cashless. Pembayaran
ini mengacu pada pembayaran berbentuk digital. Selain cashless, dikenal pula pembayaran
contactless atau transaksi digital tanpa uang tunai. Pengguna cukup mengetuk (tapping) atau
mendekatkan kartu atau perangkat lain yang memungkinkan untuk melakukan pembayaran,”
ujar Andy.

Andy mencontohkan perangkat untuk melakukan transaksi cashless, yaitu kartu debit atau
kredit, uang elektronik prabayar (e-money), dompet digital, akun virtual, atau QRIS maupun
QRCode. Sementara untuk transaksi contactless adalah dompet digital, tap to pay, mobile
banking atau internet banking, serta QRIS atau QRCode.

Andy menambahkan, sejumlah keuntungan yang didapat dengan transaksi cashless maupun
contactless adalah praktis, tidak membutuhkan uang kembalian, lebih mudah mengatur
pengeluaran, riwayat transaksi tersimpan rapi, serta lebih banyak promo menarik.

Sementara itu, Bevaola mengingatkan, di balik kemudahan bertransaksi secara cashless maupun contactless, konsumen mesti mewaspadai keamanan perangkat yang digunakan. Untuk
perangkat gawai, ia menyarankan diperkuat dengan kata sandi, pengenalan sidik jari, ataupun
lewat pengenalan wajah. Untuk kata sandi, wajib agar tidak memberitahukan kepada pihak lain.

“Adapun untuk perangkat lunak, sebaiknya rajin memperbarui (update) sistem operasi. Untuk
data pribadi, jangan gampang mengunggahnya di media sosial. Gunakan kata sandi yang kuat
yang merupakan kombinasi huruf dan angka, serta menggantinya secara berkala,” tuturnya.

Terkait peran generasi muda, Joddy Caprinata percaya bahwa sistem transaksi cashless maupun
contactless sudah menjadi tren di generasi sekarang ini.

Berdasarkan studi Visa Consumer
Payment Attitudes 2020, sebanyak 69 % orang makin sedikit membawa uang tunai dan 67 %
melakukan pembayaran secara contactless karena lebih nyaman. Model transaksi ini meminimalisir uang palsu maupun pencurian/pencopetan uang tunai.

“Mari kita biasakan melakukan transaksi cashless dan contactless. Sampaikan informasi tentang
manfaat dan kemudahannya kepada lingkungan terdekat dan bagikan pengalamannya di media
sosial,” ujarnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan
Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas,
tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam
memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU