24 April 2026
HomeBeritaTingkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid dengan Buku Cerita Bergambar Kontekstual

Tingkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid dengan Buku Cerita Bergambar Kontekstual

SHNet -Jatim, Kampus Pemimpin Merdeka (KPM) dan NusantaRun mendonasikan 4500 buku cerita bergambar untuk tiga puluh sekolah dasar di Batu, Malang, dan Probolinggo pada Selasa (13/06/2023). Donasi ini merupakan rangkaian program beasiswa #TetapBelajar yang diselenggarakan sejak Maret lalu.

Rizqy Rahmat Hani, ketua KPM menjelaskan, #TetapBelajar merupakan program belajar gratis untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi murid di tiga kota di Jawa Timur tersebut. Donasi buku cerita bergambar diharapkan bisa menjadi media belajar yang membantu guru memfasilitasi peningkatan kompetensi itu.

“Ini berbeda ya dengan buku cerita bergambar biasa. Cergam (cerita bergambar) ini mengintegrasikan numerasi dan literasi secara kontekstual. Ceritanya dihubungkan dengan apa yang ada di sekitar anak. Misalnya ini ada tentang gethuk pisang untuk mengenal makanan khas daerah,” terang Rizqy.

Hal lain yang membedakan buku ini dengan buku cergam lainnya yakni sengaja dibuat tanpa warna atau hitam putih. Murid bisa berimajinasi sendiri warna apa yang sebaiknya ada di gambar-gambar tersebut. Mereka bebas untuk memberi warna dengan pensil warna atau alat pewarna lainnya.

Buku cergam ini juga disisipi dengan lembar kerja sehingga murid tidak hanya pasif membaca. Misalnya ada soal di tengah cerita untuk menghitung potongan gethuk pisang yang ada di piring. Rencananya, buku cergam versi digital akan bisa diakses oleh umum secara gratis, sehingga bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak pendidik.

Rizqy berharap, kedepannya, guru dari tiga puluh sekolah tersebut bisa mandiri membuat media belajar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid.

“Pembuatan buku ini pun 100% melibatkan pendidik, dari narasinya, gambar, hingga layout. Pendidik yang sudah lebih dulu merdeka belajar. Saya harap, pendidik dari 30 sekolah ini, nantinya bisa seperti kreator buku tersebut, berkarya untuk murid,” tukas Rizqy.

Cara Membuat Media Belajar

Sebelumnya, dalam rangkaian belajar program beasiswa #TetapBelajar, peserta mendapat materi mengenai pembuatan media belajar. Untuk membuatnya, pendidik harus mengingat tujuan utama dari media belajar, yakni kompetensi murid bukan hafalan konten.

Rizqy mengungkapkan, masih banyak pendidik yang miskonsepsi dengan hal tersebut. Media belajar hanya digunakan dengan memindahkan materi dari buku pelajaran ke media lainnya. Meskipun terlihat menarik tapi tidak bermakna, peningkatan kompetensi murid juga tidak terbantu.

Setelah itu, perlu memperhatikan profil murid sehingga bisa menciptakan media belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Seperti yang telah dilakukan oleh KPM saat menciptakan buku cergam.

“Kenapa kok buku cergam? Karena anak SD suka menggambar dan mewarnai. Lalu ceritanya dikaitkan dengan makanan khas di daerahnya, sesuatu yang tidak asing dan mudah dijumpai oleh mereka,” tutup Rizqy. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU