16 June 2026
HomeLIFESTYLENAWA Hadirkan Wastra Indonesia Bergaya Hip Hop

NAWA Hadirkan Wastra Indonesia Bergaya Hip Hop

SHNet, Jakarta– Bicara soal Wastra Indonesia seperti batik dan tenun, identik dengan pakaian formal dan dianggap serius oleh anak-anak muda.

“Batik atau tenun itu biasanya dikenakan saat pergi ke kondangan aja,” ujar Creative Director NAWA, Latisha Soeryadjaya, di HALLF, Kebayoran Baru, Jumat sore.

NAWA merupakan brand lokal yang menyasar anak muda dengan gaya hip hop yang sangat kekinian.

(Ist)

Latisha dibantu oleh dua sahabatnya, Yusuf Hantha Raszanov dan Dasril Buyung mencoba menghadirkan Wastra Indonesia dalam desain kekinian dan bisa diminati kawula muda.

Koleksi NAWA, tidak hanya memiliki standar kualitas yang baik, tapi menampilkan kain tradisional dengan desain dan teknik jahit serta finishing touch yang sangat cermat. Batik Solo dan tenun ikat Sumba jadi pilihan NAWA untuk koleksi street wear kali ini.

“Kita ciptakan sesuatu yang baru agar anak muda suka memakai batik tanpa memaksakan. Kita buat koleksi street wear,” ungkap Dasril Buyung.

Kata NAWA berasal dari bahasa Sangsekerta yang artinya sembilan.Dalam filosofi Jawa, angka sembilan dianggap simbol dari kesempurnaan.

(Ist)

Banyak makna filosofi di balik angka sembilan, salah satunya dari falsafah Jawa kuno yang mengatakan bahwa hidup ini terdiri dari 8 elemen dan satu pancer atau pusat (rohani). Pancer ini yang membuat kedelapan elemen tadi menjadi hidup.

NAWA sendiri bisa diartikan sebagai kehidupan.

Hadirkan Wastra lokal dengan gaya hip hop. Risya dari kecil punya koleksi kain tradisional.

Sebanyak 20 look ditampilkan dalam fashion show tersebut. Secara keseluruhan, koleksi NAWA menampilkan sentuhan muda dan segar. Harapannya, generasi milenial dan gen Z dapat mencintai kain-kain tradisional seperti batik dan tenun.

“Kami berharap, anak-anak muda menyukai batik dan Wastra Indonesia. Bahkan batik dan tenun bisa digunakan oleh artis luar negeri,” kata Dasril.

Koleksi NAWA dijual dengan harga Rp 200.000 sampai dengan Rp 2.000.000. Koleksi street wear tersebut dijual online melalui website, Instagram dan Tokopedia. Selain itu, dijual pula di consignment store di Indonesia maupun Singapura. (Stevani Elisabeth)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU