25 May 2026
HomeBeritaEkonomiKirim Reptil Lebih Aman dan Nyaman dengan Tirex

Kirim Reptil Lebih Aman dan Nyaman dengan Tirex

SHNet, Jakarta – Komunitas reptil di Indonesia terus meningkat jumlahnya. Ter
utama saat pandemi Covid-19.

Fakhri Auzan, Pendiri dan Direktur Repjak menjelaskan ada ratusan jenis reptil. Repjak sendiri saat ini konsen pada kura-kura, gecko dan kodok.

“Repjak konsen pada kura-kura, gecko dan kodok karena aman dan tidak makan tempat,” ujarnya media gathering TIKI: “Seluk Beluk Merawat Hingga Berbisnis Reptil”, di Jakarta, Rabu (23/10/2024).

Fakhri menambahkan, saat ini jumlah komunitas reptil terus bertambah. Reptil juga tidak hanya sebagai hewan peliharaan saja, melainkan membuka peluang bisnis.

Setelah pandemi, Repjak sering mengadakan event di Mall terutama kontes dan gathering.

“Potensi bisnis reptil nggak hanya kontes aja. Bisa lewat beternak. Banyak yang usaha gecko di kos-kosan karena tidak makan tempat. Vitamin, kandang, suplemen juga bisa jadi peluang bisnis,” ungkapnya.

Menurut Fakhri, berbisnis jual beli reptil dapat dimulai dari skala kecil
atau rumahan hingga skala peternakan dengan omset per bulan sampai ratusan juta Rupiah.

(Dok. SHNet/Stevani)

Selain bisnis jual beli, Fakhri mengatakan bisnis penyedia kebutuhan reptil seperti aksesoris dan peralatan habitat, pakan dan suplemen; serta jasa penitipan, perawatan dan pelatihan reptil juga turut
berkembang seiring dengan pertumbuhan hobi ini. Bisnis penyelenggaraan pameran reptil, dan menjadi kreator konten yang membahas perawatan reptil, tips pembiakan, dan pengetahuan umum tentang reptil juga bisa menjadi sumber cuan.

Dalam menjalankan bisnis reptil ini, Fakhri mengingatkan agar pemilik bisnis memahami betul aturan perizinan terutama reptil langka dan dilindungi, serta aturan ekspor dan impor agar tidak menjadi
masalah di kemudian hari.

“Indonesia memiliki aturan ketat terkait perlindungan spesies reptil yang dilindungi
Ada izin khusus yang perlu diurus ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bila ingin memperdagangkan reptil langka atau spesies yang dilindungi, serta memastikan reptil tersebut bukan bagian dari spesies
yang dilindungi oleh undang-undang konservasi. Jika berencana melakukan ekspor atau impor reptil, ada
perizinan tambahan, terutama karena beberapa spesies reptil tercakup dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species). Dokumen yang diperlukan termasuk izin ekspor-impor dari
KLHK, serta sertifikasi kesehatan untuk memastikan reptil bebas dari penyakit yang dapat menyebar ke ekosistem baru,” jelas Fakhri.

“Pastikan reptil dipelihara dalam kondisi yang sesuai dengan standar
kesejahteraan hewan agar kesehatan dan kualitas hewan reptil kita dalam kondisi prima,” tuturnya.

Menjaga Kenyamanan dan Keamanan Reptil Selama Pengiriman
Dalam menjalankan bisnis jual beli reptil, hal yang krusial dalam memastikan kepuasan pelanggan adalah memastikan keamanan dan keselamatan reptil hingga tiba di tangan pembeli.

Cara pengemasan dan memilih mitra kurir yang berpengalaman sangatlah penting.

Periksa kesehatan reptil sebelum pengiriman. Reptil yang sakit atau stres dapat menjadi agresif dan berbahaya. Jika memungkinkan, latih reptil agar terbiasa dengan kondisi yang tidak ideal seperti ketika dalam pengiriman.

Perhatikan kontainer yang digunakan agar sesuai dengan ukuran, dan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang dibutuhkan reptil. Gunakan wadah berwarna gelap atau tutupi wadah dengan kain untuk meminimalkan paparan cahaya dan suara yang dapat menyebabkan
stres.

Pastikan ventilasi udara di dalam wadah tersebut mencukupi kebutuhan reptil. Isi ruang kosong di dalam kotak pengiriman dengan koran atau busa untuk mengurangi guncangan selama perjalanan.

Tempelkan label pengiriman dengan jelas di luar kontainer, termasuk label peringatan “Hewan Hidup”, dan “Tangani dengan Hati-Hati”.

Periksa kembali kontainer dan kardus untuk memastikan keamanan dan label pengiriman sudah terpasang dengan benar.

drh. Yulyani Dewi, dokter hewan spesialis perawatan reptil dan hewan eksotik di
PetCare Ampera serta penulis buku “A-Z: Tortoises and Turtles” menambahkan, pentingnya memahami karakteristik reptil sebagai hewan ektotermik, yang bergantung pada suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuh mereka. “Penting untuk dipahami bahwa proses pergantian kulit (molting) pada reptil membutuhkan kelembapan dan perawatan yang tepat. Selain itu, metabolisme reptil lebih lambat dibandingkan mamalia, sehingga
frekuensi makan yang lebih jarang memerlukan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan jangka panjang,” jelasnya.

Ahmad Ferwito, Direktur National & Network TIKI mengatakan, selama 54 tahun TIKI selalu mengikuti perkembangan pasar. Tahun 2024 Tiki meluncurkan layanan Tirex (TIKI Kirim Reptil Express).

Edwin Widyantoro, Head of Operations & IT TIKI menambahkan, TIKI 2-4 tahun belakangan ini menjadi solusi pengiriman dari komunitas-komunitas.

Ada tiga pilihan produk, yaitu Over Night Service (ONS) untuk pengiriman satu hari sampai, Same Day Service (SDS) tiba di hari yang sama, dan Regular (REG) dengan biaya lebih ekonomis dan estimasi waktu 2-3 hari kerja. Layanan TIREX dilengkapi
dengan fasilitas asuransi yang memberikan proteksi atas risiko kehilangan, kerusakan, atau hal-hal tak terduga lainnya dengan nilai penggantian maksimal sebesar Rp 5 juta.

“Untuk menggunakan layanan ini, TIKI hanya menerapkan minimum berat 1 kg dan menerima pengiriman reptil tak berbisa. Pengirim diharapkan untuk memperhatikan prosedur pengiriman terkait transparansi atas isi dan jenis reptil yang akan dikirimkan. Reptil dengan jenis berbeda harus dikemas terpisah dan akan mendapatkan nomor resi pengiriman yang berbeda. Jika terdapat jenis hewan reptil
yang dilarang untuk dikirim, TIKI akan meretur kiriman tersebut kepada pengirim,” ucap Edwin.

“Dengan adanya layanan TIREX ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih aman, nyaman dan
mudah bagi penjual maupun pembeli.”
Untuk informasi lebih lanjut mengenai TIKI dan layanan TIREX, silakan kunjungi www.tiki.id atau menghubungi 1500125. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU