29 November 2025
HomeBeritaKonferensi Internasional Ilmu Politik UPN “Veteran” Jakarta dan University of the Philippines...

Konferensi Internasional Ilmu Politik UPN “Veteran” Jakarta dan University of the Philippines Diliman Soroti Politik dan Demokrasi Asia Tenggara

Jakarta—Jurusan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bekerja sama dengan Department of Politics, University of the Philippines Diliman (UP Diliman) menyelenggarakan Biennial International Conference on Politics and Democracy in Southeast Asia (PoDSEA) 2025 secara hibrid pada Rabu (26/11/2025).

Konferensi yang dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus., ST., MT., ini menghadirkan tiga pembicara utama, Prof. Teresa S. Encarnacion Tadem dari College of Social Sciences and Philosophy (CSSP), University of the Philippines; Dr. Sri L. Wahyuningroem, Ph.D – UPN “Veteran” Jakarta, Indonesia dan Prof. Olle Törnquist – University of Oslo.

PoDSEA 2025 ini merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi kebijakan publik untuk mendiskusikan perkembangan terbaru politik dan demokrasi di kawasan Asia Tenggara.

Konferensi bertajuk “Political Studies and Exploring Democratic Renewal in Southeast Asia” ini menghadirkan lebih dari 80 presenter internasional dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, Nepal, Timor-Leste, dan berbagai negara lain di kawasan Global South. Tema tahun ini menyoroti dinamika democratic backsliding, digital governance, gerakan masyarakat sipil, dan peluang pembaruan demokratis di tengah tantangan politik kontemporer.

Wakil Rektor Bidang Akademik UPNVJ Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus mengatakan, kerja sama lintas negara sangat penting dalam penguatan demokrasi. “PoDSEA bukan hanya ruang akademik, tetapi platform strategis bagi negara-negara Asia Tenggara untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun komitmen bersama menghadapi tantangan demokrasi yang semakin kompleks,” ujarnya.

Perwakilan dari University of the Philippines Diliman, Prof. Jean Paul L. Zialcita, PhD,  juga menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan akademik yang terus berkembang. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa riset dan dialog lintas-batas tetap menjadi fondasi penting untuk memperkuat demokrasi di kawasan. Kami bangga menjadi bagian dari upaya bersama ini,” jelasnya.

Konferensi PoDSEA 2025 menampilkan berbagai topik inovatif mulai dari transformasi politik digital, populisme dan polarisasi, hingga masalah tata kelola data dan ruang sipil di era post-pandemi. Para presenter memberikan analisis berbasis riset empiris dan studi kasus perbandingan untuk memperdalam pemahaman mengenai kondisi demokrasi saat ini.

PoDSEA diharapkan membuka kolaborasi yang lebih luas. Melalui konferensi ini, diharapkan terbentuk jaringan peneliti dan praktisi yang mampu menghasilkan kerja sama riset, publikasi bersama, dan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi kawasan.

Penyelenggaraan konferensi ini sekaligus menegaskan komitmen UPNVJ dalam menjadi pusat pengembangan ilmu politik dan kebijakan publik yang berorientasi global. Kolaborasi akademik seperti PoDSEA merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan reputasi akademik, serta memperluas akses kerja sama internasional.

Konferensi internasional ini diselenggarakan Departemen Ilmu Politik, Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, bekerja sama dengan Departemen Ilmu Politik, Universitas Filipina Diliman, dan mitra regional dan global. Hal ini merupakan komitmen untuk mendorong pertukaran ilmiah lintas batas yang mudah diakses.

Konferensi ini sangat penting untuk untuk memahami lanskap politik yang terus berkembang di kawasan ini. Di seluruh Asia Tenggara, lintasan demokrasi
terus bergeser—beberapa negara menunjukkan kemajuan dalam memperkuat lembaga dan partisipasi warga negara, sementara yang lain menghadapi stagnasi, kemunduran, atau bentuk-bentuk otoritarianisme demokrasi baru. Dalam konteks ini, ilmu politik memainkan peran penting dalam memberikan kejelasan analitis, wawasan berbasis bukti, dan rekomendasi yang terinformasi bagi para pembuat kebijakan, masyarakat sipil, dan masyarakat luas.

PoDSEA 2025 ini mempertemukan para akademisi terkemuka dari seluruh Asia, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat, yang mewakili institusi-institusi seperti Universitas Filipina Diliman, Asosiasi Ilmu Politik Filipina, Universiti Sains Malaysia, Universitas Thammasat, dan banyak lainnya. Partisipasi mereka menunjukkan semakin pentingnya Asia Tenggara sebagai lokasi yang dinamis bagi studi demokrasi dan penyelidikan politik.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU