SHNet, Jakarta-Leo Jakarta Kharisma mengajak anak penyintas kanker dari Rumah Singgah Lions dan Anak Berkebutuhan Khusus dari komunitas Sensory Lab bermain di Kidzania (dok: Nicholas)
Jakarta, 30 Mei 2026. “Nak, besok kalau sudah besar ingin jadi apa?” Pernahkah kita dengar atau kita ditanya kata-kata atau pertanyaan seperti ini? Pertanyaan yang sederhana namun mengandung makna abstrak yang menyiratkan impian dan harapan di masa depan, baik untuk yang di tanya maupun bagi yang bertanya. Walau cita-cita mungkin nantinya dapat berubah, namun angan-angan itulah yang mendorong tekad serta semangat seorang anak untuk terus belajar mencapai harapan tersebut.
Tetapi pernahkah kita membayangkan? Semua harapan dan impian itu tampak sirna, saat malang dan keterbatasan tumbuh kembang anak merenggut semuanya. Hal inilah yang kemudian melandasi insiatif kegiatan yang dimotori oleh Leo Club Jakarta Kharisma, sebuah club yang berisi anak-anak muda berusia 12 hingga 17 tahun, yang bernaung dibawah Perkumpulan Lions Indonesia District 307A1.

Mengusung konsep, “Dari Anak Muda, Oleh Anak Muda dan Untuk Anak Muda”, anak muda anggota Leo Club Jakarta Kharisma mengajak anak-anak penderita kanker dari Rumah Singgah Lions serta anak-anak berkebutuhan khusus seperti autis dan keterbelakangan tumbuh kembang lainnya untuk bermain di taman hiburan Kidzania yang menyediakan berbagai aktifitas dalam konteksi profesi sesuai cita-cita dan impian anak-anak.

“Kami berinisiatif untuk mengajak anak-anak yang kurang beruntung ini bermain ke Kidzania karena kami ingin menghadirkan kembali mimpi masa depan untuk mereka,” ucap Jonathan, President dari Leo Club Jakarta Kharisma yang juga merupakan Ketua Panitia dari kegiatan ini.
“Sebagai salah satu anggota dari keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, saya mengalami sendiri sebagai seorang kakak, berbagai kendala dan hambatan yang harus dihadapi adik saya setiap harinya dan bagaimana komunitas kita belum paham ataupun siap menerima dan bersikap terhadap mereka,” sambungnya.
Memang sesungguhnya, malang yang menimpa anak-anak pengidap kanker serta keterbatasan anak-anak berkebutuhan khusus ini seringkali membuat mereka merasa terasing dan tidak dapat berbaur dalam kegiatan keseharian anak-anak lain pada umumnya. Tidak dapat dipungkiri, pandangan berbeda serta perlakuan kurang baik sering diderita oleh anak-anak berkebutuhan khusus ini di lingkungan sekitarnya. Hal-hal seperti ini yang seringkali memupuskan senyum dan harapan mereka.

Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengembalikan sedikit keceriaan kepada mereka yang kurang beruntung. Kegiatan ini selain didukung oleh klub sponsor Lions Club Jakarta Wardaya 70, juga memperoleh dukungan dari berbagai perusahaan pemerhati kebutuhan dan pendidikan anak seperti PT. Forisa Nusapersada, Kidzania, PT. Esco Chemicals Mitrautama, PT. Respati Kemasindah, PT. Total Pack Indonesia, Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Delta Labs Indonesia, PT. Sariguna Primatirta, PT. Yamazaki Indonesia serta individu seperti A Pin Surabaya dan Mr. AT dan Ms. B. Mendukung kegiatan ini juga hadir Organisasi Sosial berskala Internasional lainnya seperti Save The Children dan Special Olympics Indonesia serta komunitas keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, Sensory Lab Indonesia.
Kehadiran dari dua organisasi berskala Internasional ini tentunya menambah wawasan dan membuka cara pandang dari setiap tamu yang hadir. Benih harapan timbul bahwa manfaat kegiatan ini tidak hanya akan berhenti saat acara berakhir. Namun, kegiatan ini dapat menjadi titik baru terjalinnya kolaborasi antara berbagai Organisasi Internasional yang dapat menciptakan wadah dan menumbuhkan kembali harapan orang tua dari anak-anak ini di kemudian hari.
Gubernur District 307A1 Perkumpulan Lions Indonesia, Hastuti Boediwibowo Kresna mengungkapkan, “LIONS ikut membangun dunia dimana setiap anak memperoleh hak untuk bertahan hidup, hak untuk mendapat perlindungan, hak terhadap pendidikan dan perkembangan serta hak untuk berpartisipasi.”
“Kerja kita belum selesai .. masih banyak anak dan orang muda yang diabaikan hak hak dasarnya. Semua bantuan, program untuk anak-anak disabilitas harus melibatkan disabilitas itu sendiri,” tambahnya.
Salah satu orang tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Grace Fenny mengungkapkan, “Sebagai orang tua ABK, harapan kami bukanlah perlakuan khusus, melainkan penerimaan. Acceptance.”
Sesungguhnya, masih minimnya sosialisasi mengenai anak ABK sering berakibat mereka menjadi korban ejekan maupun bullying.
“Kami berharap agar anak-anak kami dapat berkembang, berkarya, dan mendapatkan kesempatan yang setara,” tambah Fenny.
Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eltin Kusnandar, yang memiliki dua anak dimana keduanya adalah anak ABK, “Kami sadari bahwa umur kami terus bertambah, dan sebagai orang tua tentunya kami khawatir tentang masa depan Echa (- Vanessa) dan Mike (- Michael) jika suatu saat nanti kami sudah berpulang,”
“Kami berharap suatu saat nanti akan ada lebih banyak orang baik, didukung dengan sistem yang solid dan terstruktur dalam bentuk organisasi sosial yang kuat, yang dapat membantu anak-anak kami hidup mandiri ke depannya,” sambungnya.
Pada kesempatan ini, berbagai sponsor kegiatan termasuk PT. Forisa Nusapersada juga berkesempatan memberikan serah terima donasi sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan kepada atlet Anak Berkebutuhan Khusus yang diusung oleh Special Olympics Indonesia serta program-program lainnya dari Save the Children.
Di penghujung acara, anak-anak dan semua tamu undangan juga memperoleh goodie bag yang dibagikan oleh para Lions dan Leos sebagai kenang-kenangan kegiatan. Acara yang berlangsung cukup singkat ini tentunya memberi arti dan makna serta kenangan tersendiri untuk mereka, khususnya terhadap orang tua dan anak-anak dari Rumah Singgah dan anak ABK lainnya.

Susunan panitia kegiatan yang terdiri dari Leo adalah sebagai berikut: Jonathan Elbert Chandra – Ketua; Steven Maxwell Phandana – Wakil Ketua & MC; Louisa Evelyn Soetanto – Sekretaris; Benedict Hubert Chandra, Sherren Anabel Budianto – MC; Cheryl Videline Gunawan, Devin Thendisetiadi, Nicholas Wong, Alexander Fatahillah, Louis Alexandrio – Marketing; Maulana Kumara Tungga, Timotius Gilbert Jonathan – Usher (Grup 1); Aline Tjandra, Celine Florencia Phandana – Usher (Grup 2); Gabriella Grecia Liano, Joanne Kathleen Santoso – Usher (Grup 3); Danika Lea Effendy, Gracelyn Mikhayla – Usher (Grup 4); Gavriel Darren Amadeus Pardede, Gamaliel Jayden Kenzie Pardede – Usher (Grup 5); Kanaya Amaretha, Fellina Theodora, Hana Ainun Nuryah – Perlengkapan/ Makanan. (sur)

