18 June 2026
HomeBeritaCape Verde Buat Frustasi Tim Spanyol, Messi Masih Gacor dan Belum Pudar

Cape Verde Buat Frustasi Tim Spanyol, Messi Masih Gacor dan Belum Pudar

Oleh: Eddy Lahengko

Partai awal dalam fase grup sudah diakhiri dari 12 grup yang berlaga. Kini atau Jumat 19 Juni 2026 sudah memasuki pertandingan kedua.

Dalam partai ini tim-tim yang sudah meraih point penuh atau memenangkan dipertandingan awal amat menentukan dalam menggegam tiket kefase gugur di 32 besar.

Maka dari itu pertandingan kedua penyisihan grup ini sudah dipastikan akan berlangsung seru. Semua tim akan berjuang maksimal untuk meraih point penuh. Bagi tim tim yang sudah bertarung dengan hasil seri atau kalah di partai awal, partai lanjutan penyisihan grup ini sudah menjadi ” warning” apabila masih bertekad maju kebabak 32 besar dengan sistem gugur.

Demikian juga bagi tim tim yang sudah meraih point penuh atau menggegam nilai 3 di klasemen tetap waspada, tetap fokus meraih point penuh atau minimal bermain seri.
Pada partai awal penyisihan grup Piala Dunia 2026 yang dipentaskan di tiga negara, Amerika Serikat, Mexico dan Kanada, banyak terjadi kejutan terutama dari tim tim debutan yang tampil pertama kali dipentas laga empat tahunan sekali ini.

Seperti kesebelasan Cape Verde atau Tanjung Verde. Negara Kepulauan di Samudera Atlantik, sekitar 450 km di lepas pantai barat Afrika dalam debut pertamanya menahan main imbang tanpa gol menghadapi salah satu Tim Unggulan Spanyol yang bertaburan pemain2 bintang muda asal klub Barcelona, pada Senin, 15 Juni di Stadion Atlanta.

Dengan permainan bertahan total di daerah pertahanan sendiri atau istilah strategi “Parkir Bus” kemudian melakukan balik cepat, Tim Nasional dibawah komando Pelatih Bubista yang dijuluki skuad “Blue Sharks ” ini nyaris membuat frustasi pemain Spanyol yang menekan terus-menerus sepanjang pertandingan. Bintang muda dunia, Lamine Yamal begitu sulit menembus pertahanan berlapis, Cape Verde. Selain penampilan kiper berusia 40 tahun, Vozinha yang tampil gemilang menyalamatkan gawangnya dari serbuan pemain Spanyol dari semua lini.

Pada 22 Juni mendatang jam 5 pagi, giliran timnas Uruguay yang diuji timnas Tanjung Verde. Tim Uruguay partai awal di grup H bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi.

Kemudian tim Kongo menahan imbang 1-1 salah satu tim favorit Portugal yang dikapteni Bintang dunia, Christiano Ronaldo, 18 Juni di Stadium Houston. Ronaldo dibuat tak berkutik oleh pemain belakang Kongo. Nyaris frustasi, karena begitu sulit menembus dan membongkar pertahanan Kongo.

Sang bintang hanya bisa berlari mencari ruang buat dia beraksi, tapi selalu sulit mengembangkan permainan dengan skill tinggi dimilikinya.

Sebaliknya Bintang Piala Dunia asal Argentina, Lionel Messi diusia ke 39 pada 24 Juni mendatang masih tampil gacor ketika menghadapi Aljazair di pertandingan awal grup J ,17 Juni Lalu. Atas kepiawaianya mengolah si kulit bundar, dan mencari posisi untuk menyarangkan bola ke gawang ,pemain yang memperkuat klub Inter Miami AS, tidak tanggung2 melesatkan tiga gol kemenangan ke gawang Aljazair yang dikawal Luca Zidane, putra legenda sepakbola Perancis, Zidane.
Kebintangan Messi di lapangan belum pudar meskipun tidak bermain penuh selama 90 menit. Tapi sang penyerang masih menunjukan dan membuktikan bahwa ia belum pudar diusia mendekati kepala 4.

Justru permainannya mengundang decak kagum bukan hanya dari pendukung tim Argentina tapi penonton yang memenuhi stadion Kansas City AS.

Messi belum habis malah tampil makin gacor, dia bintang lapangan sejati. Dan Pelatih Scaloni jeli memanfaatkan kemampuan dan tenaga sang Bintang. Kalau masalah Skill ,Messi itu suhunya.

Penulis, Eddy Lahengko, Wartawan Senior di Jakarta

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU