7 August 2026
HomeBeritaWisuda ke-XIX IMDE Dihadiri Dirut Indosiar dan Pimpinan Yayasan Indosiar serta...

Wisuda ke-XIX IMDE Dihadiri Dirut Indosiar dan Pimpinan Yayasan Indosiar serta Petinggi EMTEK, Rektor IMDE: Wisuda Awal Perjalanan ke Dunia Kerja

SHNet, Jakarta-Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto Ed.D mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Jagalah nama baik IMDE melalui karakter yang kuat, etika kerja yang baik, dan sikap profesional dalam setiap lingkungan kerja maupun karya yang Saudara hasilkan.

Pesan yang memberikan semangat itu disampaikan Rektor IMDE kepada para wisudawan dan wisudawati, dalam acara Wisuda ke-XIX Tahun 2026 bertema “Let the Journey Begin”, di Studio 5 Indosiar, Komplek Emtek City, Jakarta Barat, Kamis (06/08/2026). Wisuda ini mengantarkan para mahasiswa menjadi Ahli Madya jenjang D3 dan Sarjana Terapan jenjang D4.

Totok Amin Soefijanto mengutip rangkuman nilai baik dan buruk serta dinamika perjalanan hidup manusia dari pernyataan dewa Zeus di buku Odysseus mengenai pilihan manusia dan penderitaan: “Alangkah tidak tahu malunya manusia! Mereka selalu menyalahkan para dewa. Penderitaan mereka, kata mereka, berasal dari kami. Padahal karena tindakan bodoh dan ceroboh mereka sendiri, mereka melipatgandakan penderitaan yang seharusnya tidak perlu terjadi.”

Menyinggung sistem perkuliahan  di Institut Media Digital Emtek  lanjut Rektor, berarti IMDE berada di tengah ekosistem media, kreatif, dan hiburan yang terus berkembang di Indonesia. Di Kampusnya Orang Kreatif bernama IMDE, para wisudawan memperoleh bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pengalaman untuk memahami peluang besar di industri kreatif yang kini semakin terbuka luas.

Mengakhiri sambutannya, Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto berharap wisudawan tetap menjadi bagian dari keluarga besar IMDE. “Kembalilah ke kampus untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik angkatan, serta berikan dukungan moril maupun materiil bagi pengembangan kegiatan kampus di masa mendatang,” pesan Rektor.

Wisudawan IMDE

Acara Wisuda IMDE ke-XIX Tahun 2026  dihadiri  Titi Maria Rusli, Sekretaris Yayasan Indosiar,  Imam Sudjarwo, Direktur Utama PT Indosiar Visual Mandiri (IVM), Banardi Rachmad, Deputy Director Programming SCTV, Gilang Iskandar, Corporate Secretary PT Surya Citra Media Tbk , dan Apri Wellandira Suhardi, Ketua    Tim Riset dan            Pengabdian Masyarakat LLDikti Wilayah III Jakarta, para eksekutif EMTEK Group; Para orang tua dan keluarga wisudawan; serta seluruh wisudawan dan wisudawati IMDE yang berbahagia.

Senada dengan Rektor IMDE,  Ketua Tim Riset dan Pengabdian Masyarakat LLDikti Wilayah III Jakarta Apri Wellandira  Suhardi  dalam sambutannya mengatakan,  meskipun pendidikan di IMDE memberikan fondasi yang berharga, gelar yang diperoleh bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk pengembangan kompetensi, peningkatan keterampilan, dan pembentukan karakter secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan perubahan zaman.

“Kemampuan paling berharga adalah kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk berubah dalam menghadapi transformasi yang cepat, dengan mencatat bahwa yang bertahan bukanlah yang terkuat atau terpintar, melainkan mereka yang mampu terus berkembang seiring waktu. Sejalan dengan semangat kompetisi Inovasi di pendidikan Titi inggi,”katanya

Apri Wellandira Suhardi  berharap para lulusan tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga menjadi talenta yang adaptif dan inovatif yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bisnis, industri, dan pembangunan nasional. IMD terus mendorong para lulusan untuk memperkuat kolaborasi antara kampus dan industri sambil membangun ekosistem inovasi yang inklusif yang selaras dengan kebutuhan ilmiah, teknologi, dan kontemporer.

Gilang Iskandar, Corporate Secretary PT Surya Citra Media Tbk, mewakili orang tua wisudawan Bernama Nathania Nasywa Iskandar (Adis) saat memberikan smabutan                              Bekal Masuki Dunia Kerja

Gilang Iskandar, Corporate Secretary PT Surya Citra Media Tbk, mewakili orang tua wisudawan Bernama    Nathania Nasywa Iskandar (Adis)  saat diberi kesempatan berbicara mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan jajarannya dosen dan tendik yang telah berhasil mengantar mahasiswa hingga ke acara wisuda ini.

Sebagai orang tua, Gilang  mengingatkan wisudawan  untuk menambah bekal utama  memasuki dunia kerja. Sebab begitu selesai wisuda maka masuk dunia nyata. “Masuk dunia nyata itu gak segampang yang diperkirakan, “ tambahnya.

Gilang Iskandar menekankan dibutuhkan kompetensi, karakter dan juga  keberanian untuk menghadapi dunia nyata. “Adis (putri Gilang-red) dan kawan-kawan selama ini mungkin banyak di dunia maya, sekarang harus mulai menghadapi dunia nyata,” ujarnya.

Mengutip  pakar media Henry Jenkins, Gilang Iskandar mengatakan, konvergensi bukan sekadar penggabungan.Bahwa konvergensi berlangsung pada persilangan teknologi, industri, konten, dan audiens yang menuntut keterampilan baru di dalam mengelola informasi.

Lalu muncul pertanyaan, apa hubungan pernyataan Jenkins dengan wisuda IMDE? Ada dua hal. Pertama, di tengah perubahan media yang sangat cepat, pendidikan tidak cukup hanya memberikan ijazah Itu. Kedua, pendidikan harus membentuk kemampuan beradaptasi, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berkolaborasi, dan bertanggung jawab

Sementara Sekretaris Yayasan Indosiar, Titi Maria Rusli, S.H, LLM, MBA

Sementara Sekretaris Yayasan Indosiar, Titi Maria Rusli, S.H, LLM, MBA, dalam sambutannya mengatakan, gelar yang Anda raih bukan sekadar simbol kelulusan tapi gelar tersebut adalah tanggung jawab baru yang siap Anda bawa ke masyarakat.Dunia di luar sana sedang berubah dengan cepat.

Teknologi digital telah mengubah dan mendominasi setiap lini kehidupan manusia. Sebagai lulusan IMDE, Anda memegang kunci perubahan tersebut. Anda memegang kunci perubahan untuk menggunakan ilmu Anda untuk menciptakan konten, sistem, dan inovasi yang membangun bukannya memecah belah.

Titi Maria mengingatkan dua hal penting dalam langkah setelah hari ini. Jadikan keahlian Anda sebagai solusi untuk masalah nasional, ciptakan peluang kerja baru melalui inovasi kreatif. Pastikan inovasi dan teknologi yang Anda kembangkan mampu mempermudah hidup banyak orang dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.Terakhir, ilmu yang berharga adalah ilmu yang memiliki dampak.”Dampak nyata bagi sesama.Jadilah profesional yang berintegritas dan adaptif.Selamat berjuang, jaga nama baik almamater dan raih Indonesia yang maju.,” ujarnya.

Dalam wisuda ini juga tampil Deputy Director Programming SCTV, Banardi Racmad yang membawakan pidato ilmiah mengenai perkembangan media dari masa  lampu hingga era digital-AI saat ini.

Dari pengalaman  selama dua puluh lima tahun ini di industry media,  Banardi menjelaskan ada tiga hal yang  bisa membuat kita survive dalam berlayar dalam transformasi media dan perubahan-perubahan media ini. Pertama adalah kreativitas. Kita harus selalu mempunyai kreativitas.Kreativitas kalau dalam dunia media identik dengan penciptaan konten atau kreasi konten.

Tidak hanya itu, tapi Anda juga tadi dituntut untuk mencari peluang, kreatif dalam menemukan peluang-peluang baru, kreatif dalam berkolaborasi dengan pihak-pihak siapapun yang bisa menghasilkan produk atau konten dan juga kreatif dalam membuat value added atau nilai tambah dari konten ataupun produk yang dihasilkan. “Kalau kita bicara tentang media maka kita sebut konten tapi kalau dalam scope yang lebih besar maka adalah produk. Produk itu bisa apa pun,” papar Banar.

Yang kedua adalah teknologi. aperkembangan teknologi  yang  pesat kemudian menentukan pada transformasi perubahan apa yang akan terjadi. Saat ini kita belajar AI yang menentukan kemudian cara berpikir kita berbeda, berubah, cara bekerja kita berubah dengan adanya AI.

Deputy Director Programming SCTV, Banardi Racmad

Mungkin setelah ini akan ada teknologi baru lagi yang akan membawa perubahan pada media baru dan kita harus selalu terkoneksi, terhubung dengan perubahan-perubahan teknologi itu untuk membuat kita menjadi lebih mudah dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan itu maka kita harus selalu ter-connect kita selalu harus catch up dengan teknologi.

Dan yang ketiga  tandas Banardi, dan ini yang tidak kalah pentingnya ini bahkan justru paling penting adalah memahami audience . Kalau dalam konteks media adalah audience atau penonton tapi kalau dalam konteks yang lebih besar adalah konsumen. « Kita harus memahami siapa konsumen kita, apa behavior mereka, apa yang mereka butuhkan.Karena kalau kita bicara tentang media itu adalah bicara tentang orang, «   katanya.

Dalam kaitan ini, Banardi menyebut, wisudawan adalah lulusan yang tepat sekali lulus saat  ini. Lulus di waktu-waktu ini karena perlu Anda tahu bahwa saat ini transformasi media itu berubah sangat cepat. Mungkin yang tercepat dalam sejarah bukan hitungan puluhan tahun, bukan belasan tahun hanya dalam beberapa tahun media-media baru tumbuh, teknologi baru muncul dan kemudian membawa perubahan pada perubahan-perubahan media yang baru.

Platform-platform baru akan bermunculan dan artinya apa? Artinya disitulah akan terbuka peluang-peluang baru bagi Anda sebagai lulusan Institut Media Digital NTech yang sudah belajar teori dan belajar praktek dan juga teknologi selama Anda kuliah beberapa semester ini. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU