22 July 2026
HomeBeritaPakar Polimer ITB Sebut Usia Galon Guna Ulang Tak Bisa Dibatasi

Pakar Polimer ITB Sebut Usia Galon Guna Ulang Tak Bisa Dibatasi

SHNet, Jakarta-Pakar Polimer Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T. mengatakan tidak perlu adanya pembatasan usia galon guna ulang. Hal itu disebabkan sudah adanya peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah mengatur keamanan galon melalui batas aman migrasi Bisfenol A (BPA) yang diizinkan ada dalam produk airnya.

“Kan sudah ada standar BPOM terkait migrasi BPA yang diizinkan. Jadi, tidak perlu lagi ada pembatasan usia galon. Kalau sudah melebihi batas migrasi yang sudah ditetapkan, otomatis galon itu tidak bisa lagi digunakan, dan umurnya sudah habis,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, sulit untuk menetapkan usia galon itu harus misalkan dua tahun atau lima tahun. Menurutnya, itu membutuhkan rincian dan pengujian lebih lanjut. Kecuali, menurut dia, ada data pendukungnya secara ilmiah. “Kalau itu nggak dilakukan, susah untuk menentukan umur galonnya,” ucapnya.

Yang jelas, katanya, selama BPOM masih memberikan izin edarnya terhadap galon-galon itu, berarti masih aman untuk digunakan sebagai kemasan air minum. “Jadi, yang bisa menentukan kapan galon itu untuk ditarik dari peredaran cuma BPOM. Tapi, mengenai berapa umur galon yang baik, itu pertanyaannya sederhana tapi jawabannya susah,” cetusnya.

Sebelumnya, Pengamat Pangan sekaligus Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center IPB University, Nugraha Edhi Suyatma, mengatakan secara teoritis galon guna ulang itu sudah di-treatment oleh produsennya sebelum beredar di masyarakat. “Mereka punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insyaallah aman,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian galon guna ulang, kerjasama Seafast IPB dengan BPOM, galon yang sudah digunaulang sebanyak 50 kali dengan kondisi suhu penyimpanan yang ekstrim, itu masih memenuhi regulasi standar BPOM terkait migrasi BPA-nya. “Itu artinya, selama penggunaan ulang, galon itu masih aman karena migrasi senyawa spesifiknya tidak akan melebihi batas maksimum yang distandarkan,” tukasnya.

Jadi, menurutnya, usia galon guna ulang itu tergantung dengan treatment atau perlakuan dari para konsumen. Artinya, kata dia, usia galon itu tergantung bagaimana memperlakukannya. “Jadi, perlakukan para konsumen lebih mempengaruhi usia atau ketahanan daripada galon itu menjadi cepat rusak atau tidak,” tegasnya.

Menurut dia, untuk melihat galon air mineral masih layak pakai atau tidak sebenarnya sangat mudah. Dikatakan, ada ciri-ciri yang bisa diperhatikan para konsumen. Di antaranya, dari integritas kemasannya apakah masih jernih atau tidak, ada atau tidaknya goresan di bagian dalam, dan apakah permukaannya masih halus atau tidak. “Jadi, usia galon itu bermacam-macam, ada yang hanya dua sampai tiga tahun bahkan lebih, dan itu sangat tergantung penggunaannya dan bagaimana treatment-nya,” tuturnya.

Lanjutnya, kalau penggunaannya bagus dan tidak ada garis atau mungkin tidak tergores dan terbentur, mungkin galon itu bisa lebih lama lagi. Jadi, tegasnya, yang paling utama itu bukan usia galonnya tapi kondisi galonnya sebelum diisi. “Walaupun baru dua bulan, tapi kalau kondisinya sudah tidak bagus (retak, terkena cemaran) maka itu tidak akan digunakan lagi oleh produsen,” katanya. (cls)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU